Pulau Seribu mulai awasi terpadu puskesmas guna tekan kasus DBD

BATAMCLICK.COM : Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab Pulau Seribu) mulai melakukan pengawasan, pembinaan dan pengendalian (binwasdal) terpadu ke sejumlah puskesmas di daerah setempat untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Kegiatan ini dilakukan dengan menyasar rumah-rumah warga dan Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan dengan melibatkan tiga tim petugas kesehatan,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Murniasi Hutapea di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, kegiatannya meliputi pembinaan penerapan Integrasi Layanan Terpadu ( ILP ) Puskesmas Kepulauan Seribu Utara, Koordinasi tim Sudinkes dan Puskesmas Seribu Utara dengan Kelurahan dan juru pemantau jentik (Jumantik) di tingkat RW untuk menekan angka kasus DBD di Pulau Kelapa.

BACA JUGA:   Juventus Tunda Gaji Pemain?

Pemkab Pulau Seribu juga mengajak masyarakat di daerah kepulauan tersebut menjadi jumantik mandiri di daerah tempat tinggal masing-masing untuk mencegah penyebaran DBD.

“Kita ajak warga juga untuk melakukan jumantik mandiri melalui pelaksanaan pemeriksaan jentik di lingkungan rumah sendiri sepekan dua kali,” katanya.

Ia mengatakan dengan meningkatnya kasus DBD diharapkan menjadi perhatian seluruh masyarakat, termasuk di Kepulauan Seribu.

DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes aegypti yang kerap ada saat musim hujan di daerah tropis atau subtropis.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demi mencegah DBD dan ini penting dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, baik tingkat RT dan RW,” katanya.

BACA JUGA:   KPU Sorong: 150 PPD mengemban tugas sukseskan Pilkada 2024

Kemudian, pihaknya juga melakukan pengawasan pangan industri rumah tangga yang dilakukan di Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua.

Selanjutnya Binwasdal Program Gizi, Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Kelapa, Binwasdal Sumber Daya Manusia Kesehatan Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan dan Binwasdal Puskesmas Pembantu Pulau Pari.

“Kami berharap melalui Binwasdal Terpadu program kesehatan di wilayah Kepulauan Seribu berjalan dengan baik dalam semua aspek,” kata dia.

Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat hingga 21 Mei 2024 jumlah kasus DBD di daerah itu mencapai 24 kasus.

BACA JUGA:   Propaganda di Media Sosial, Tiga 'Jenderal' NII Ditangkap Polisi

Jumlah kasus itu tersebar di Pulau Tidung tiga kasus, Pulau Pari tiga kasus, Pulau Kelapa 10 kasus, Pulau Lancang tujuh kasus dan Pulau Panggang satu kasus.

Sumber : Antara