Beras Batam Tetap Terkendali, Program SPHP Bulog Jadi Penyangga Harga Sepanjang 2025

Beras Batam tetap terkendali sepanjang 2025 berkat Program SPHP Bulog yang merealisasikan penjualan 1.386 ton di Batam dan Karimun.
Beras Batam tetap terkendali sepanjang 2025 berkat Program SPHP Bulog yang merealisasikan penjualan 1.386 ton di Batam dan Karimun.

Beras Batam terus menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Perum Bulog Cabang Batam mencatat realisasi penjualan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Batam dan Karimun mencapai 1.386 ton. Capaian tersebut menunjukkan peran penting negara dalam menahan laju kenaikan harga beras di tengah dinamika pasar.

Kepala Cabang Bulog Batam, Guido XL Pereira, menyampaikan bahwa meskipun realisasi belum mencapai target maksimal, Program SPHP tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Realisasi Penjualan Masih di Bawah Target

Guido menjelaskan bahwa Bulog Batam dan Karimun menargetkan penjualan beras SPHP sebesar 4.611 ton sepanjang 2025. Namun hingga akhir tahun, realisasi baru mencapai sekitar 30,06 persen dari target tersebut.

“Target penjualan SPHP di Batam dan Karimun sebesar 4.611 ton, dan yang terealisasi hingga akhir 2025 sebanyak 1.386 ton. Artinya masih ada sisa target sekitar 3.225 ton,” ujar Guido saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.

Meski demikian, Bulog menilai realisasi tersebut tetap strategis dalam menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga beras di pasaran.

SPHP Jadi Penopang Stabilitas Harga

Guido menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan Program SPHP dan bantuan pangan. Program ini tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga beras, tetapi juga membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program ini untuk stabilisasi harga pangan, khususnya beras. Selain itu, bantuan pangan juga sangat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Bantuan Pangan Tuntas 100 Persen

Selain penjualan beras SPHP, Bulog Batam dan Karimun juga telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Penyaluran bantuan tersebut telah menjangkau 43.219 penerima manfaat di kedua wilayah.

“Bantuan pangan beras dan minyak di Batam dan Karimun sudah rampung 100 persen dan selesai pada 25 Desember 2025,” ujar Guido.

SPHP Berlanjut hingga 2026

Untuk menjaga keberlanjutan stabilitas Beras Batam, Bulog memastikan program SPHP tetap berjalan pada awal 2026.

“Penyaluran beras SPHP sampai dengan 31 Januari 2026,” tutupnya.