BATAMCLICK.COM: Suasana di atas kapal patroli PSDKP Batam pagi itu penuh antusiasme. Puluhan pelajar dari SDIT Darud Tauhid dan SD Negeri 7 Bulang tampak terpukau saat melihat deretan peralatan kapal yang jarang mereka lihat sehari-hari. Mereka diajak berlayar mengelilingi pulau-pulau kecil di sekitar Jembatan 1 Barelang, sambil belajar tentang pentingnya melindungi kekayaan laut Indonesia.
“Kami ingin anak-anak ini merasakan langsung keindahan dan potensi laut yang harus dijaga sejak dini,” kata Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Semuel Sandi Rundupadang, di Batam, Rabu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program PSDKP Mengajar, sebuah inisiatif edukasi yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan International Day for The Fight Against Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing pada 5 Juni. Tahun ini, PSDKP Batam tidak hanya mengadakan edukasi di laut, tetapi juga di darat, menjangkau sekolah-sekolah dan kampus-kampus di berbagai daerah.
Di bawah komando Pangkalan PSDKP Batam, kegiatan PSDKP Mengajar dilaksanakan di SMK Bunguran Natuna, SMKN 2 Tanjung Jabung Barat, Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, dan Universitas Bangka Belitung. Sebanyak 150 peserta dari tiap wilayah mengikuti kegiatan ini.
“Materi yang kami sampaikan mulai dari profil PSDKP, tugas pokok dan fungsi, hingga strategi melawan IUU Fishing yang selama ini kami lakukan,” jelas Semuel.
Bagi para siswa dan mahasiswa, inilah kesempatan langka untuk memahami lebih dalam tentang upaya menjaga laut yang kerap tak terlihat. Mereka diajak untuk memahami ancaman pencurian ikan (IUU Fishing) yang masih marak di perairan Indonesia, termasuk wilayah Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Kalau sumber daya laut ini tidak dijaga, di masa mendatang akan hilang dicuri negara lain,” ujar Semuel penuh semangat.
Lebih dari sekadar berbagi ilmu, Semuel berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya kesadaran kolektif. “Kami ingin menanamkan kecintaan pada laut sejak dini. Supaya kelak, anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang peduli dan siap melindungi sumber daya laut Indonesia,” tuturnya.
Suasana edukasi terasa hangat. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian saat petugas menjelaskan berbagai peralatan kapal patroli Hiu 3 dan Hiu 17 yang dikawal mereka. Di sela-sela itu, mereka saling berbagi cerita tentang mimpi mereka untuk laut Indonesia yang lebih bersih dan aman.
Harapan besar tertanam di setiap cerita yang lahir di atas gelombang itu. Bahwa kelautan Indonesia bukan hanya milik nelayan atau pemerintah, tetapi juga generasi penerus bangsa yang hari ini sedang berlayar, belajar, dan bermimpi.
Sumber: Antara








