Investasi di Batam Tumbuh Signifikan, Singapura Dominasi Penanaman Modal Asing

BATAMCLICK.COM: Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam kembali tumbuh signifikan sepanjang Triwulan I 2024.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mencatat nilai PMA Kota Batam mencapai Rp 5,73 triliun pada Kuartal I 2024, meningkat tajam dari Rp 2,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Singapura mendominasi realisasi PMA di Batam sepanjang Kuartal I 2024 dengan nilai investasi sebesar USD 240,097 juta atau setara Rp 3,601 triliun. Selain Singapura, Tiongkok dan Jepang juga berkontribusi besar terhadap peningkatan nilai PMA di Batam. Tiongkok mencatat nilai investasi USD 72,16 juta atau setara Rp 1,082 triliun, sedangkan Jepang mencapai USD 34,13 juta atau setara Rp 512,085 miliar.

BACA JUGA:   Jalin Keakraban Anggota Satgas Bantu Warga Panen Padi

Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kenyamanan dan keamanan investor, yang berpengaruh positif terhadap perkembangan investasi di Batam. Muhammad Rudi juga menegaskan pencapaian ini tak lepas dari peran strategis BP Batam dalam memberikan kemudahan perizinan kepada investor.

“Gairah investasi sangat berpengaruh besar terhadap ekonomi Batam. Saya berharap, seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi kondusif kota tercinta ini agar perekonomian bisa terus bergerak,” ujar Muhammad Rudi, Rabu (3/7/2024).

Rudi mengajak seluruh komponen daerah untuk mendukung langkah strategis BP Batam dalam menjaga iklim investasi, menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

BACA JUGA:   Parade Foto Penyambutan Wakil Presiden RI di Provinsi Kepri

“Kalau kita semua kompak, tentu tidak ada yang sulit. Ekonomi harus terus bangkit dan kita semua memiliki peran penting dalam mewujudkan Batam sebagai kota maju,” tambah Rudi.

Berikut daftar lima negara dengan nilai investasi terbesar di Batam pada Kuartal I 2024 menurut data BKPM RI:

  1. Singapura USD 240,097 juta atau Rp 3,601 triliun;
  2. Tiongkok USD 72,16 juta atau Rp 1,082 triliun;
  3. Jepang USD 34,13 juta atau Rp 512,085 miliar;
  4. Perancis USD 15,85 juta atau Rp 237,77 miliar;
  5. Hongkong USD 4,95 juta atau Rp 74,304 miliar.