Produksi perkebunan Kaltim capai 17 juta ton

BATAMCLICK.COM : Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Ence Achmad Rafiddin Rizal menyatakan luas wilayah perkebunan di Kaltim mencapai 1.575.966 hektar dengan produksi 17.022.588 ton.

“Luas areal perkebunan tersebut berdasarkan data statistik pada tahun 2022, dan masih memungkinkan terjadi penambahan,” kata Ence Achmad Rafiddin di Samarinda, Senin.

Menurut Ence, Perkebunan tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yakni pertama perkebunan swadaya dengan luas 506.929 hektar dengan produksi 2.406.346 ton.

Kategori kedua yakni perkebunan besar negara (PTPN XIII) dengan luas 18.032 hektar dengan produksi 192.084 ton, dan yang ketiga perkebunan besar swasta dengan luas 1.049.797 hektar dengan produksi 13.427.185 ton.

Ia mengatakan saat ini, sektor perkebunan di Kalimantan Timur menjadi primadona bagi para petani. Pembangunan yang pesat di sektor ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di pedesaan, meningkatkan perekonomian, dan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:   Upaya Babinsa Desa Tamansari Dalam Mendukung Kegiatan TMMD ke-111 Kodim 0718/Pati di Desa Binaanya

“Selain menjadi sumber pendapatan daerah, perkebunan juga berpotensi besar menjadi salah satu penyumbang devisa negara. Beberapa komoditas unggulan yang sedang dikembangkan meliputi kelapa sawit, kelapa dalam, karet, lada, kakao, kopi, aren, dan pala,” ujarnya.

Ence mengungkapkan kesuksesan budidaya perkebunan tak lepas dari peran kelembagaan petani seperti kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), koperasi unit desa (KUD), dan lembaga lainnya.

Namun, tantangan yang dihadapi termasuk kelemahan kelembagaan petani, rendahnya SDM, serta rendahnya harga di tingkat petani.

“Pembinaan dan pendampingan dari seluruh stakeholder sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini,” ucap Ence.

Peran aktif dari Dinas Kabupaten/Kota, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyuluh pertanian lapangan, dan pemerintah setempat sangat penting untuk mendukung dan memfasilitasi kelembagaan petani. Melalui pola pemberdayaan, penumbuhan, dan penguatan kelembagaan, diharapkan kapasitas sumber daya manusia petani dapat meningkat.

BACA JUGA:   Berburu Kardus Bekas, Hasilnya Menjanjikan

Sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan bagi petani dan petugas pendamping. Selain itu, upaya perbaikan produksi dan produktivitas tanaman dilakukan melalui kegiatan perluasan areal, intensifikasi, rehabilitasi, dan peremajaan tanaman perkebunan.

Menurut data dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, sejak tahun 2019 hingga 2023 telah dilatih 285 petugas pendamping perkebunan.

Dari jumlah tersebut, 228 orang masih aktif, 36 kurang aktif, dan 21 tidak aktif, berasal dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Namun, terjadi pengurangan jumlah petugas teknis di bidang perkebunan karena berbagai faktor seperti pensiun, alih profesi, dan meninggal dunia, sehingga regenerasi petugas sangat diperlukan.

BACA JUGA:    Pentingnya Menjaga Konsentrasi dan Kondisi Fisik Saat Naik Motor

Dengan pelatihan ini, diharapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan dapat tercapai, mendukung keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada dari tanggal 3 hingga 8 Juni 2024, diikuti oleh 20 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Paser, dan Berau.

“Kriteria peserta adalah mereka yang memiliki wilayah binaan tanaman perkebunan,” cakapnya.

Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif atau pendidikan orang dewasa (POD), dengan berbagai teknik pembelajaran termasuk pre-test, ceramah, simulasi, diskusi, dan praktek.*

Sumber : Antara