BPS: Cabai Rawit Penyumbang Inflasi Terbesar Bulan November di Jember

BATAMCLICK.COM: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember Tri Erwandi mengatakan bahwa komoditas cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar pada bulan November 2023 di kabupaten setempat sehingga angka inflasi di Jember month to month (mtm) sebesar 0,28 persen.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi mtm pada bulan November 2023, di antaranya cabai rawit, beras, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, dan gula pasir,” katanya saat menggelar konferensi pers di Kantor BPS Jember, Jumat.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm, yakni cabai rawit sebesar 0,1361 persen; beras sebesar 0,1093 persen; cabai merah sebesar 0,0498 persen; bawang merah sebesar 0,0319 persen; dan gula pasir sebesar 0,027 persen.

BACA JUGA:   Badan Usaha BP Batam Paparkan Capaian 2021 dan Target 2022

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Jember berkisar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram karena pasokan komoditas tersebut berkurang dari petani.

Untuk komoditas yang menyumbang deflasi pada bulan November 2023 di Jember, di antaranya bensin, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, pir, dan buah naga.

Berdasarkan kelompok, lanjut dia, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,95 persen; kelompok pakaian dan alas kaki alami inflasi sebesar 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahar bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.

BACA JUGA:   Semangat Kebersamaan Akan Hasilkan Bangunan Yang Sempurna

Berikutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,22 persen; kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,04 persen; kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,29 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Selanjutnya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi sebesar 0,09 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok lainnya tercatat stabil.

Dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur seluruh kabupaten mengalami inflasi dengan tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,87 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,26 persen.

BACA JUGA:   Warga Batam yang Belum di Vaksin, Segera Datang ke Mall Botania 2

Sumber: Antara