RSUD Undata tingkatkan kapasitas koder penerapan sistem INA-CBG’s

BATAMCLICK.COM : Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Sulawesi Tengah, meningkatkan kapasitas tenaga koder terkait penerapan sistem Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’s) secara terpusat, keseluruhan dan terindeks secara jaminan kesehatan nasional (JKN).

“INA-CBG’s adalah tarif paket pelayanan kesehatan yang mencakup seluruh komponen biaya rumah sakit, mulai dari pelayanan non-medis hingga tindakan medis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng I Komang Adi Sujendra pada kegiatan workshop koding dan optimalisasi klaim JKN di rumah sakit di Palu, Sabtu.

UPT RSUD Undata menggelar workshop tersebut untuk meningkatkan potensi dan memberikan pengetahuan kepada tenaga koder tentang penerapan sistem INA-CBG’s secara terpusat, keseluruhan dan terindeks secara JKN.

BACA JUGA:   Disaksikan Wakil Gubernur, Walikota Batam Kucurkan Lebih dari Rp1,1 Miliar ke Kasu, Warga: Kami Segera Bangun Rumah

Adi menjelaskan pada proses pengajuan klaim dalam sistem pembayaran INA-CBG’s, menuntut adanya sistem rekam medis yang baik, sehingga akan dihasilkan pengelompokan atau kode INA-CBG’s yang akurat.

Selanjutnya, kata dia, akan diperoleh tarif INA-CBG’s yang sesuai dengan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Dalam sistem INA-CBG’s, pasien dikelompokkan ke dalam satu episode yang dikaitkan dengan biaya pelayanan,” katanya.

Menurut dia, pemahaman tenaga koder di rumah sakit dalam menelaah rekam medis dan menentukan serta memasukkan koding diagnosis dan prosedur, sangat berpengaruh pada besaran tarif yang dihasilkan.

BACA JUGA:   Babak Pertama: Chelsea Vs Leeds United Imbang 1-1

Oleh karena itu, kata dia, tenaga koder yang ada di seluruh rumah sakit di Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan dapat memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama dalam melakukan pengkodean terhadap diagnosa.

“Prosedur yang dilakukan oleh tenaga medis dengan baik dan benar, selanjutnya dimasukkan ke dalam software INA-CBG’s,” katanya.

Ia mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan kapasitas dan memberikan pengetahuan kepada koder dan tim casemix di rumah sakit tentang penerapan sistem INA-CBG’s secara keseluruhan. “Diharapkan juga dapat mengoptimalkan klaim dengan melakukan audit koding secara internal,” ujarnya.

BACA JUGA:   Grimis Pagi Iringi Pengerjaan Pondasi Rumah Mbah Sripi

Sumber : Antara