Future Maker Paradise Indonesia, Ubah Sampah Plastik jadi Harapan Anak-anak

Paradise Indonesia meluncurkan Future Maker untuk memperluas akses pendidikan inklusif melalui pembangunan SLB Budi Mulia, pemanfaatan plastik daur ulang, dan keterlibatan karyawan.
Paradise Indonesia meluncurkan Future Maker untuk memperluas akses pendidikan inklusif melalui pembangunan SLB Budi Mulia, pemanfaatan plastik daur ulang, dan keterlibatan karyawan.

BATAMCLICK.COM: Pendidikan dan kepedulian lingkungan bertemu dalam satu inisiatif. PT Indonesian Paradise Property Tbk atau Paradise Indonesia meluncurkan Future Maker, program keberlanjutan sosial yang menghubungkan pembangunan sekolah, pendampingan siswa, dan pengelolaan sampah plastik. Melalui program ini, perusahaan ingin memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan dapat dimulai dari ruang kelas.

Inisiatif yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-24 perusahaan itu menjadi bagian dari kampanye #BuildingTomorrow. Paradise Indonesia menggandeng Happy Hearts Indonesia untuk mendukung pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Mulia di Pasir Meong, Kabupaten Bandung. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan setiap siswa.

Paradise Indonesia menempatkan prinsip Different Needs. Same Dignity. One Future sebagai landasan program. Prinsip tersebut menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi tetap berhak memperoleh kesempatan belajar dan penghormatan yang sama.

“Selama 24 tahun, Paradise Indonesia tumbuh bersama dedikasi karyawan dan dukungan para pemangku kepentingan. Future Maker menjadi langkah kami untuk memperluas kontribusi tersebut melalui pendidikan,” ujar Anthony P. Susilo.

Ia mengatakan, perusahaan ingin menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas di sekitar wilayah operasinya.

Sekolah Inklusif, Lingkungan Lebih Berkelanjutan

Salah satu aspek yang membedakan Future Maker adalah penggunaan blok berbahan plastik daur ulang berkualitas tinggi dalam pembangunan SLB Budi Mulia. Material tersebut direncanakan menjadi bagian dari upaya menghadirkan bangunan sekolah yang aman bagi anak-anak sekaligus mengurangi beban sampah plastik.

Paradise Indonesia menyebut pembangunan sekolah itu diproyeksikan membantu mengurangi 2–4 ton sampah plastik dan menurunkan emisi karbon sekitar 10 ton. Perusahaan menghubungkan kebutuhan fasilitas pendidikan dengan pemanfaatan kembali material yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Skala persoalan sampah plastik di Indonesia menjadi latar penting bagi pendekatan tersebut. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam program ini, Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun. Sebanyak 58 persen di antaranya tidak terkelola dengan baik. Produksinya mencapai sekitar 24.500 ton per hari.

Namun, pembangunan sekolah dengan material daur ulang bukan satu-satunya agenda Future Maker. Paradise Indonesia juga merencanakan kegiatan edukasi mengenai pemilahan sampah, penggunaan kembali material, komposting, dan berkebun. Guru akan dilibatkan dalam menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan serta kemampuan siswa.

Pendekatan itu menempatkan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya memperoleh fasilitas untuk belajar, tetapi juga berkesempatan mengenal kebiasaan hidup yang lebih sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Paradise Indonesia turut menekankan pentingnya keterlibatan guru dan orang tua. Masukan mereka menjadi pertimbangan agar program tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan berkembang menjadi pendampingan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Menggerakkan Karyawan, Memperluas Dampak

Future Maker dirancang sebagai program lintas unit bisnis yang melibatkan karyawan secara langsung. Melalui Paradisers Employee Volunteer Program, karyawan dapat berkontribusi sesuai waktu dan keterampilan masing-masing, mulai dari menyiapkan sumber belajar, berbagi pengetahuan, membantu fasilitas sekolah, hingga mendampingi aktivitas siswa.

Rencana kegiatan pada 2027 mencakup permainan sensorik, olahraga edukatif, kegiatan bersama orang tua, berbagi keterampilan dengan guru, bercerita, serta kelas seni dan budaya.

Paradise Indonesia juga merencanakan perluasan keterlibatan unit bisnis di delapan kota pada tahun tersebut. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kebutuhan sekolah, masukan mitra, dan kesiapan setiap unit. Perusahaan juga mengarahkan pengukuran dampak secara terintegrasi untuk mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan program.

Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, mengatakan keterlibatan karyawan menjadi salah satu kekuatan utama inisiatif tersebut.

“Kami mengajak karyawan di seluruh unit bisnis untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten, kerja sama lintas unit, serta kesediaan mendengarkan kebutuhan sekolah akan menjadi kekuatan Future Maker,” ujarnya.

Menurut Andri, pendekatan tersebut diharapkan membuat setiap kontribusi menjadi bagian dari pendampingan jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sosial sesaat.

Di Bandung, rencana kontribusi unit bisnis mencakup kegiatan seni, menanam, dan partisipasi pengunjung di 23 Paskal Shopping Center. Sementara itu, unit bisnis di Batam menyiapkan program yang memadukan edukasi gizi, aktivitas fisik, penghijauan sekolah, pemilahan sampah, dan komposting.

Batam Menggabungkan Gizi dan Kepedulian Lingkungan

Di Batam, Future Maker 2027 akan dijalankan melalui kolaborasi tiga unit bisnis Paradise Indonesia Region Batam, yakni HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, dan One Residence. Mengusung tema Building Their Tomorrow Together, program ini memusatkan perhatian pada dua hal: kesehatan anak dan kepedulian terhadap lingkungan.

Agenda pertama, Healthy Food, Active Move, direncanakan berlangsung dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional pada 25 Januari 2027. Kegiatannya meliputi Energize & Move, berupa senam interaktif bersama instruktur HARRIS Players, serta Healthy Food Maker, yang mengajak siswa membuat camilan sehat dengan pendampingan koki profesional.

Menu yang direncanakan antara lain Rainbow Fruit Parfait dan Healthy Salad Wraps. Melalui aktivitas tersebut, penyelenggara ingin memperkenalkan pilihan makanan sehat dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Agenda kedua, Green School, Green Future, direncanakan pada 5 Juni 2027 untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatannya meliputi penanaman pohon melalui program Plant for Tomorrow, edukasi pemilahan sampah berdasarkan tiga warna dalam Sort at the Source, serta lokakarya pengolahan limbah organik kantin menjadi pupuk kompos melalui Loop the Lifecycle.

Kedua agenda itu dirancang untuk memperkenalkan kebiasaan sehat dan kepedulian lingkungan sejak dini. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan komunitas penerima manfaat.

Mengukur Keberlanjutan, Bukan Sekadar Kegiatan

Bagi Paradise Indonesia, Future Maker menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG ke dalam kegiatan perusahaan. Program ini mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: penyediaan fasilitas pendidikan, pemberdayaan komunitas, dan pengurangan sampah plastik.

Chief Corporate Communication Paradise Indonesia, Siti Utami, mengatakan pembangunan SLB Budi Mulia di Cililin, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu wujud penerapan pendekatan tersebut.

“Melalui Future Maker, Paradise Indonesia mengintegrasikan pembangunan sekolah dengan implementasi ESG berkelanjutan. Penggunaan blok plastik daur ulang di SLB Budi Mulia, Cililin, Kabupaten Bandung, diproyeksikan mengurangi 2–4 ton sampah plastik dan menurunkan emisi karbon sekitar 10 ton, sekaligus menghadirkan ruang belajar yang aman dan inklusif,” ujarnya.

Rencana perluasan program pada 2027 akan menjadi tahap berikutnya bagi Paradise Indonesia untuk membangun pola keterlibatan yang lebih terarah di berbagai wilayah operasinya. Perusahaan juga menempatkan kebutuhan penerima manfaat sebagai pertimbangan dalam menentukan bentuk kegiatan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Future Maker tidak hanya terletak pada berdirinya sebuah sekolah atau banyaknya kegiatan sukarela yang terlaksana. Keberlanjutan program juga bergantung pada kemampuannya menjawab kebutuhan siswa, melibatkan komunitas, serta membangun kebiasaan yang bertahan setelah kegiatan selesai.

Melalui semangat Building Tomorrow Together, Paradise Indonesia berupaya menjadikan pendidikan inklusif dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari perjalanan bersama. Sebab, masa depan yang lebih baik tidak cukup dibangun dengan menyediakan ruang belajar. Masa depan juga membutuhkan kesempatan yang setara, lingkungan yang terjaga, dan keterlibatan banyak pihak untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh sesuai potensinya.***