BATAMCLICK.COM — Keindahan laut, pulau-pulau tropis, dan kedekatan dengan Singapura serta Malaysia menjadi modal besar pariwisata Kepulauan Riau. Namun, daya tarik itu tidak akan cukup jika wisatawan tak merasa aman, nyaman, dan mendapat pelayanan yang baik selama berkunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, mengingatkan pelaku industri pariwisata agar tidak mengabaikan kualitas layanan di tengah berbagai tantangan yang belakangan muncul. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan, menurut dia, menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara,” kata Hasan saat membuka Batam Travel Mart yang diselenggarakan ASITA Kepri di Mega Mall Batam Centre, Kamis, 15 Oktober 2026.
Kepri memiliki posisi strategis dalam peta pariwisata regional. Selain wisatawan dari Singapura dan Malaysia, provinsi ini membidik pasar India, Cina, Korea Selatan, dan Jepang. Kedekatan geografis, konektivitas yang relatif terjangkau, serta pilihan destinasi, akomodasi, dan kuliner menjadi keunggulan yang perlu dipertahankan.
Namun, persaingan destinasi tidak hanya berlangsung melalui promosi dan paket perjalanan. Pengalaman wisatawan selama berada di suatu daerah ikut menentukan apakah mereka akan kembali atau merekomendasikannya kepada orang lain.
Hasan menilai seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga kepercayaan tersebut, termasuk ketika menghadapi gangguan di luar kendali industri pariwisata.
Gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya, misalnya, telah kembali normal. Pemerintah Provinsi Kepri mengapresiasi langkah cepat PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan yang berkoordinasi memulihkan kondisi.
Tantangan lain datang dari jerebu yang menyelimuti sejumlah wilayah. Menurut Hasan, asap tersebut merupakan kiriman dari luar Kepulauan Riau. Sejumlah pihak terus berupaya menangani kondisi itu, sedangkan hujan yang mulai turun di beberapa wilayah diharapkan membantu mengurangi asap.
Meski begitu, pemerintah mengingatkan pelaku usaha dan wisatawan agar tetap memperhatikan kualitas udara serta kondisi kesehatan. Informasi mengenai situasi terkini juga perlu disampaikan secara akurat dan proporsional supaya pengunjung dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Mengalihkan Pilihan Wisata

Di tengah kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai, Kepri masih menawarkan beragam kegiatan wisata. Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas memiliki karakter serta daya tarik masing-masing.
Wisatawan yang ingin mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat memilih kegiatan berbasis dalam ruangan. Pilihannya mencakup meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), wisata kebugaran atau wellness tourism, pusat perbelanjaan, hingga wisata kuliner.
“Kami berharap wisatawan tetap dapat menikmati beragam pilihan wisata di Kepulauan Riau. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas,” ujar Hasan.
Wisatawan juga diimbau menggunakan masker apabila diperlukan, terutama ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Informasi mengenai kondisi lingkungan menjadi penting agar wisatawan dapat menyesuaikan aktivitas tanpa mengabaikan keselamatan.
Bagi industri pariwisata, situasi semacam ini menuntut kemampuan beradaptasi. Pelaku usaha perlu memberikan informasi yang jelas, menawarkan alternatif kegiatan, dan membantu pengunjung menentukan pilihan sesuai kondisi di lapangan.
Pelayanan Bukan Tugas Pemerintah Semata
Hasan menegaskan, menjaga kenyamanan wisatawan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pengelola hotel, agen perjalanan, pramuwisata, penyedia transportasi, hingga petugas di pintu masuk memiliki peran yang sama pentingnya.
Ia mengapresiasi dukungan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), serta asosiasi dan pelaku usaha pariwisata, termasuk ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan penyedia transportasi wisata.
Koordinasi di antara unsur tersebut menentukan kelancaran perjalanan wisatawan sejak kedatangan hingga kembali ke daerah asal. Informasi yang akurat, transportasi yang aman, petugas yang sigap, dan pelayanan yang ramah dapat membangun kesan positif terhadap suatu destinasi.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik,” kata Hasan.
Pesan itu menempatkan kualitas pelayanan sebagai pekerjaan bersama yang harus berlangsung setiap hari, bukan hanya ketika pemerintah menggelar promosi wisata atau menyambut kedatangan rombongan pengunjung.
Kepri memiliki modal alam dan letak geografis yang menguntungkan. Tantangannya adalah memastikan setiap keunggulan tersebut berujung pada pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Sebab, wisatawan tidak hanya mengingat pantai yang mereka kunjungi atau makanan yang mereka cicipi. Mereka juga mengingat bagaimana orang-orang di tempat itu menyambut dan melayani mereka.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap para pelaku usaha terus menjaga standar pelayanan, merespons kebutuhan pengunjung, dan mengutamakan keselamatan. Dengan koordinasi yang kuat dan informasi yang terbuka, Kepri diharapkan tetap menjadi destinasi yang ramah dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.***










