Pemkab Natuna percepat distribusi bantuan bencana lewat inovasi Sejuba

Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mempercepat distribusi bantuan bencana melalui inovasi Sistem Jaringan Gudang Wilayah dan Arus Distribusi Bantuan Bencana (Sejuba) untuk meningkatkan efektivitas layanan logistik di wilayah kepulauan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna Puryanti, dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan Sejuba merupakan inovasi pembentukan gudang penyimpanan logistik bantuan di sejumlah kecamatan yang terpisah pulau dari ibu kota kabupaten.

Melalui inovasi ini, logistik bencana didistribusikan dari ibu kota kabupaten untuk ditempatkan sebagai stok cadangan di gudang-gudang wilayah pada kecamatan kepulauan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Serasan, Serasan Timur, Subi, Midai, Suak Midai, Pulau Laut, Pulau Seluan, dan Pulau Panjang.

Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan logistik bantuan melalui penguatan jaringan gudang wilayah yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Menurut dia, inovasi tersebut menjadi solusi atas kendala distribusi bantuan yang selama ini dipengaruhi jarak antarwilayah, kondisi cuaca, serta keterbatasan akses transportasi laut.

“Melalui Sejuba, distribusi bantuan tidak harus selalu berasal dari gudang induk di pusat kabupaten, tetapi dapat dikirim dari gudang wilayah terdekat dengan lokasi terdampak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Sejuba memiliki alur distribusi mulai dari laporan kejadian, verifikasi dan asesmen kebutuhan, penetapan jenis bantuan, pengecekan stok gudang, penentuan gudang terdekat, pengeluaran logistik, distribusi bantuan, penyerahan bantuan, pelaporan, hingga pemantauan dan pengisian kembali stok.

Menurut dia, keberadaan gudang wilayah dapat memangkas waktu distribusi sehingga masyarakat terdampak bencana dapat menerima bantuan lebih cepat.

Selain mempercepat layanan kebencanaan, inovasi tersebut juga memberikan edukasi kepada pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta tata kelola bantuan yang terencana.

“Untuk kebutuhan logistik bencana di wilayah ibu kota kabupaten, didistribusikan melalui gudang induk yang berada di Dinas Sosial,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Natuna Trisnan Saputra mengatakan inovasi tersebut lahir setelah kejadian bencana longsor di Pulau Serasan pada 2023.

Awalnya, gudang atau lumbung sosial didirikan di Pulau Serasan, kemudian terus dikembangkan hingga menjangkau kecamatan kepulauan lainnya.

Dalam pelaksanaan inovasi tersebut, kata dia, Dinas Sosial melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD, hingga unsur TNI dan Polri guna memperkuat koordinasi saat terjadi kondisi darurat.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana sekaligus memberikan perlindungan lebih cepat kepada masyarakat di wilayah kepulauan.

“Di Pulau Serasan sudah ada gudang khusus atau lumbung khusus. Namun, di daerah lain masih memanfaatkan kantor camat setempat,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, penyimpanan logistik untuk wilayah ibu kota kabupaten juga masih menggunakan ruangan di kantor Dinas Sosial. Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat logistik rentan mengalami kerusakan, seperti halnya di kecamatan-kecamatan lain.

Pemkab Natuna, lanjut dia, telah berupaya membangun gudang logistik melalui usulan rencana pembangunan setiap tahun. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan tersebut belum dapat diwujudkan.

“Gudang ini diperlukan, baik di area induk maupun di kecamatan-kecamatan, agar logistik dapat tersimpan dengan aman dan terjaga kualitasnya,” ucapnya.

Sumber, Antara

Exit mobile version