Pemkot Batam sebut investasi semester I serap 40 ribu tenaga kerja

Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan realisasi investasi sepanjang semester I 2026 berhasil menyerap lebih dari 40 ribu tenaga kerja Indonesia, seiring meningkatnya aktivitas investasi dan produksi di kawasan industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan investasi yang masuk ke Batam selama enam bulan pertama tahun ini menyerap 40.423 tenaga kerja Indonesia (TKI).

“Kami dapat konfirmasi bahwa selama enam bulan pertama tahun ini, telah terserap 40.423 TKI, ini meningkat 32,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Yudi Suprapto dihubungi di Batam, Jumat.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang terserap mencapai 520 orang atau naik 29,35 persen.

“Total tenaga kerja yang terserap dari realisasi investasi mencapai 40.943 orang atau tumbuh 32,16 persen secara tahunan,” katanya.

Menurut Yudi, meningkatnya penyerapan tenaga kerja merupakan dampak dari investasi yang telah memasuki tahap produksi sehingga membutuhkan lebih banyak pekerja.

Sebagai informasi, pada semester I 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp29,89 triliun atau tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun.

Ia juga mengatakan Disnaker Batam berencana kembali menggelar bursa kerja (job fair) pada akhir 2026.

“Tahun ini kami merencanakan kembali pelaksanaan bursa kerja di akhir tahun. Tahun lalu kegiatan tersebut menyediakan sekitar 1.100 lowongan pekerjaan dan 200 jabatan dari berbagai perusahaan di Batam,” ujarnya.

Selain melalui bursa kerja, Disnaker Batam juga rutin menyebarluaskan informasi lowongan pekerjaan yang diterima dari perusahaan kepada Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah maupun melalui media sosial.

“Hampir setiap ada informasi lowongan kerja dari perusahaan langsung kami bagikan ke forum BKK se-Kota Batam. Informasi itu juga rutin kami unggah melalui Instagram dan TikTok Disnaker agar lebih mudah diakses masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan peningkatan investasi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam telah mencapai 83,8. Angka tersebut tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar di Sumatera,” kata dia.

Ia optimistis tren investasi yang terus meningkat akan semakin memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi nasional.

“Fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menggerakkan perekonomian Batam secara berkelanjutan,” tambah Amsakar.

Sumber, Antara

Exit mobile version