Disdik Kepri berlakukan dua sif guna atasi lonjakan siswa SMK 8 Batam

Batamclick.com,
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberlakukan sistem pembelajaran dengan dua sif di SMK Negeri 8 Batam untuk mengatasi lonjakan jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan jumlah siswa SMK Negeri 8 Batam meningkat lebih dari dua kali lipat setelah sekolah tersebut menerima limpahan peserta didik dari SMK Negeri 5 dan SMK Negeri 1 Batam.

“Jadi tahun ini dapat limpahan dari SMK 5 dan SMK 1, maka penambahan yang dulunya 400 anak menjadi 900 anak. Harusnya ada 32 kelas, tapi hanya ada 23 kelas,” kata dia saat mengunjungi SMK Negeri 8 di Batam, Selasa.

Ia mengunjungi sekolah tersebut setelah mendapatkan aduan dari orang tua murid terkait dengan pembelajaran yang dilakukan di koridor sekolah.

Menurut dia, keterbatasan ruang kelas membuat enam kelas harus mengikuti pembelajaran dengan sistem dua sif.

Apabila di sekolah tersebut sudah tersedia 32 ruang kelas, seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari.

“Kami sudah siapkan untuk ketua komite, Disdik dan kepala sekolah. Kita utamakan kualitas pendidikan SMK Provinsi Kepri, di Batam. Harapan kami dengan sinergi tersebut bisa membuat anak-anak belajar lebih semangat lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan peningkatan jumlah peserta didik di SMK Negeri 8 Batam dampak dari penataan penerimaan siswa di SMK Negeri 5 Batam.

“Karena di SMK 5 itu awalnya setiap tahun 1.800 orang, kita dapat teguran pusat. Maka sesuai dengan koridor yang ada bahwa SMK itu maksimal ada 24 rombel (rombongan belajar), jadi 960 siswa. Maka tersebar ke beberapa sekolah termasuk SMK 8,” katanya.

Ia mengatakan sistem dua sif menjadi solusi sementara, sembari pemerintah menambah kapasitas ruang kelas dan tenaga pendidik.

Dia mengatakan peserta didik kelas XII saat ini telah menjalani praktik sehingga penggunaan ruang kelas dapat diatur untuk mengurangi kepadatan.

“Insyaallah ini tidak akan terjadi lagi seperti ini. Kita nanti memberikan gambaran kepada kepala sekolah, ini dua sif. Kalau sudah dua sif, insyaallah masalah sudah selesai,” ujarnya.

Pemprov Kepri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan pembangunan ruang kelas baru.

Pada 2026, Kepri memperoleh alokasi sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru yang dipersiapkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala SMK Negeri 8 Batam Soleha Nurul Baria mengatakan sekolah sebelumnya hanya menerima 13 kelas, tetapi pada tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya meningkat menjadi 23 kelas.

Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan ruang kelas dan guru ikut meningkat.

“Lonjakan peserta didik di tahun 2026-2027 ini sangat luar biasa. Yang tadinya kita hanya terima 13 kelas, tapi tahun ini 23 (kelas). Seiring dengan kekurangan kelas kemudian kekurangan guru, kita solusi sementara sembari menunggu adanya guru baru kita belajar di luar, kita manfaatkan koridor,” katanya.

Ia mengatakan pembelajaran di koridor telah berlangsung sejak Agustus dan melibatkan enam kelas dengan jumlah siswa sekitar 38 hingga 40 orang per kelas.

Namun, sekolah mulai mendapatkan tambahan tenaga pendidik. Sebanyak empat guru baru telah bergabung dalam beberapa hari terakhir sehingga jumlah guru diharapkan mencapai 20 orang pada Oktober mendatang.

“Bulan depan sudah bisa dua sif,” ujarnya.

Ia mengatakan SMK Negeri 8 Batam juga telah mengikuti pra-bimbingan teknis untuk program bantuan pembangunan sehingga diharapkan dapat memperoleh dukungan pembangunan ruang kelas dan fasilitas praktik.

Sumber, Antara