TelkomGroup Bangun Empat Pilar Teknologi Digital, dari Pusat Data AI hingga Pasar UMKM

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji (paling kiri) memperkenalkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology yang membentuk ekosistem teknologi digital nasional terintegrasi.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji (paling kiri) memperkenalkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology yang membentuk ekosistem teknologi digital nasional terintegrasi.

JAKARTA – Kemandirian digital tidak cukup dengan membangun pusat data atau mengadopsi kecerdasan buatan. Indonesia juga perlu menguasai teknologi, mengelola data strategis, dan memastikan inovasi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan itu, TelkomGroup memperkenalkan empat kapabilitas teknologi digital yang dirancang untuk memperkuat ekosistem nasional.

Peluncuran Sovereign Digital Technology TelkomGroup berlangsung dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa memimpin peluncuran bersama Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Irwan Rey, Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.

Empat kapabilitas yang diperkenalkan mencakup AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera. Keempatnya menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari infrastruktur komputasi dan pengembangan kecerdasan buatan hingga konektivitas perangkat serta perluasan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sigit berharap inisiatif tersebut berkembang melalui kolaborasi berkelanjutan antara Danantara, TelkomGroup, badan usaha milik negara, dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi itu, menurut dia, perlu melahirkan inovasi yang relevan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

“Selamat atas peluncuran Sovereign Digital Technology TelkomGroup,” ujar Sigit.

Empat Kapabilitas, Satu Ekosistem

Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa (kiri), Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Irwan Rey (kanan), dan Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar (tengah) meluncurkan pengembangan Sovereign Digital Technology TelkomGroup pada rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

Dua kapabilitas pertama berfokus pada fondasi kecerdasan buatan. AI Ready Data Center yang dikembangkan NeutraDC, perusahaan operasional TelkomGroup, menyediakan infrastruktur komputasi untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian beragam model AI di Indonesia dan Asia Tenggara. TelkomGroup mengusung aspirasi ekspansi kapasitas hingga 1 gigawatt.

Di atas fondasi komputasi itu, AI ModelHub menyediakan akses terpadu ke berbagai model kecerdasan buatan. Platform ini ditujukan untuk mendukung pemanfaatan AI secara aman, dengan tetap memperhatikan kendali atas data strategis nasional.

Namun, pembangunan ekosistem digital tidak berhenti pada pusat data dan model AI. TelkomGroup juga mengandalkan National IoT Platform yang dikembangkan Telkomsel. Platform ini mengintegrasikan konektivitas perangkat Internet of Things (IoT) dengan analitik berbasis AI untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor.

Telkomsel mencatat sekitar tiga juta perangkat IoT telah diterapkan di Indonesia. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pemantauan, keamanan, dan peningkatan produktivitas.

Kapabilitas keempat menyentuh sisi ekonomi yang lebih dekat dengan pelaku usaha, yakni PaDiSera. Marketplace nasional besutan Danantara ini mendapat dukungan melalui pemanfaatan fondasi teknologi PaDi UMKM.

Sejak diluncurkan pada 2020, PaDi UMKM telah memfasilitasi lebih dari 190.000 UMKM untuk memasok kebutuhan BUMN. Pengalaman Telkom dalam membangun platform perdagangan digital menjadi modal untuk mendukung operasional PaDiSera sekaligus memperluas akses UMKM ke pasar ritel.

Dengan demikian, empat kapabilitas tersebut mencakup rantai kebutuhan digital yang saling melengkapi: infrastruktur komputasi, akses model AI, konektivitas perangkat, dan perdagangan digital. Tantangan berikutnya ialah memastikan setiap kapabilitas benar-benar terhubung dengan kebutuhan pengguna dan menghasilkan manfaat yang terukur.

Kemandirian Digital dan Nilai Ekonomi

TelkomGroup mengembangkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology, yakni AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan penguatan kapabilitas tersebut merupakan bagian dari upaya TelkomGroup membangun ekosistem digital nasional yang mandiri secara teknologi dan mampu bersaing.

Menurut Nanang, kemandirian digital membutuhkan penguasaan fondasi teknologi secara menyeluruh. Infrastruktur, komputasi, pengembangan AI, dan penerapan solusi digital di sektor strategis perlu berjalan beriringan. Ekosistem yang terintegrasi juga penting agar teknologi tidak sekadar mendukung transformasi, tetapi menghasilkan nilai tambah dan memperkuat daya saing nasional.

“Penguasaan teknologi juga perlu diiringi kemampuan membangun ekosistem yang terintegrasi agar teknologi tidak hanya menjadi enabler transformasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Nanang.

Ia menambahkan, TelkomGroup dan Danantara ingin memastikan transformasi digital membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk UMKM. Perluasan akses terhadap teknologi dan pasar diharapkan membantu pelaku usaha tumbuh di tengah perkembangan ekonomi digital.

Peluncuran Sovereign Digital Technology tersebut menjadi bagian dari DTIIF 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026. Mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”, forum ini mempertemukan pemerintah, BUMN, investor, pelaku industri, dan inovator untuk mendorong kolaborasi di bidang teknologi serta investasi strategis.

Partisipasi TelkomGroup dalam forum tersebut menegaskan arah pengembangan perusahaan pada infrastruktur, inovasi, dan kemitraan teknologi. Namun, ukuran keberhasilan kemandirian digital pada akhirnya bukan semata-mata besarnya kapasitas komputasi atau banyaknya platform yang dibangun. Ukurannya juga terletak pada kemampuan teknologi itu menjawab kebutuhan nasional, menjaga kendali atas data strategis, meningkatkan produktivitas, dan membuka kesempatan ekonomi bagi lebih banyak masyarakat.***