Batamclick.com,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan masyarakat melalui pemeliharaan fasilitas dasar, pembangunan sekolah terintegrasi di Rempang, serta pengembangan konektivitas transportasi udara.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas kawasan, meningkatkan daya saing investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Peringatan Hari Bakti BP Batam merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Batam, mengevaluasi capaian kinerja, serta memperkuat komitmen pengabdian dalam mewujudkan Batam yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Amsakar di Batam, Senin.
Ia menjelaskan, melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur, BP Batam pada 2026 mengelola paket pekerjaan di 12 bidang, meliputi air bersih, bandara, drainase, gedung, jalan, jembatan, kawasan, lanskap, pelabuhan, pertamanan, sanitasi dan air limbah, serta utilitas.
“Selain pembangunan infrastruktur baru, pemeliharaan rutin juga dilakukan di 182 titik yang tersebar di sembilan kecamatan. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan jalan, pengaspalan, normalisasi saluran, dan penanganan genangan,” katanya.
Di bidang pendidikan, BP Batam turut mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.
“Kami sudah laksanakan peletakan tiang panjang perdana dilaksanakan pada 24 September 2026 di atas lahan seluas 18,5 hektare,” ujar Amsakar.
Sekolah tersebut direncanakan menyediakan jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dilengkapi fasilitas pembelajaran dan asrama.
“Sekolah ini diprioritaskan untuk anak-anak berprestasi dan keluarga tidak mampu, termasuk putra-putri masyarakat Rempang dan Galang,” katanya.
Pada sektor transportasi udara, BP Batam juga memperluas konektivitas melalui Bandara Internasional Hang Nadim.
“Salah satu upaya terbaru ialah pembukaan rute penerbangan Batam-Penang, Malaysia, pada 18 Oktober 2026 yang dilayani Batik Air Malaysia dengan frekuensi tiga kali sepekan,” katanya.
Amsakar mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan PT Bandara Internasional Batam untuk memperluas akses transportasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, mempermudah mobilitas pelaku usaha, serta membuka peluang kerja sama ekonomi internasional.
Ia menambahkan, BP Batam mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk mendukung pembangunan kawasan tanpa tambahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari pemerintah pusat.
“Pencapaian tersebut menjadi sejarah prestasi karena BP Batam tahun ini mampu mengandalkan penerimaan negara bukan pajak untuk mendukung pembangunan kawasan tanpa tambahan APBN dari pemerintah pusat,” katanya.
Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan strategis, perluasan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, peningkatan pelayanan perizinan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan, bandara, dan sistem penyediaan air minum.
Dalam peringatan Hari Bakti BP Batam 2026 yang mengusung tema “Batam Maju Investasi Melaju”, Amsakar menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat pembangunan kawasan sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.
Sumber, Antara










