Perlindungan di Balik Jarum Suntik
Imunisasi Campak di Batam kini menjadi perhatian utama. Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, hingga pertengahan Agustus 2025, sudah ada 12.304 anak atau sekitar 55,4 persen dari total sasaran 22.205 anak yang mendapatkan vaksin Measles Rubella (MR). Program ini berlangsung dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang menyasar anak kelas 1 SD di seluruh kota.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa kegiatan BIAS mulai berjalan sejak awal Agustus. Pelaksanaannya di 425 sekolah dasar dan 218 sekolah menengah pertama, dengan tenaga kesehatan dari puskesmas masing-masing wilayah.
“Kegiatan ini bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk siswa SD dan SMP. Jadi, anak-anak selain mendapat imunisasi juga bisa mengetahui kondisi kesehatannya,” ujar Didi di Batam.
Lebih dari Sekadar Campak
Tidak hanya vaksin MR, BIAS tahun ini juga mencakup imunisasi HPV (Human Papillomavirus) untuk siswi kelas 5, siswi kelas 6 yang belum menerima vaksin, serta siswi kelas 9 SMP. Dari total sasaran 10.784 siswi kelas 5, baru 7.494 yang mendapatkan vaksin, atau sekitar 35,9 persen.
Didi mengakui bahwa capaian HPV masih lebih rendah dari MR. “Sebagian anak maupun orang tua masih ragu. Ada juga sekolah yang mewajibkan surat pernyataan orang tua jika anak tidak mau mengikuti vaksinasi,” katanya.
Tantangan dan Harapan di Lapangan
Meski demikian, di beberapa wilayah penerimaan vaksin relatif tinggi. Dokter Puskesmas Belakangpadang, Vanny, menyebutkan bahwa dari 315 siswi yang menjadi target, lebih dari 200 siswi akhirnya bersedia mengikuti vaksin. “Memang kadang ada gap antara data sasaran dengan kondisi lapangan, tapi secara umum penerimaan cukup baik,” jelasnya.
Pemerintah Kota Batam menargetkan semua sasaran BIAS dapat terlayani hingga akhir periode. Selain MR dan HPV, program ini juga mencakup imunisasi difteri-tetanus (DT) untuk kelas 1, tetanus-difteri (Td) untuk kelas 2, serta kombinasi Td dan HPV untuk kelas 5 dan 9.
Melindungi Masa Depan Anak
Imunisasi bukan hanya tentang jarum suntik, melainkan tentang harapan masa depan. Setiap vaksin yang masuk ke tubuh anak-anak menjadi benteng pelindung agar mereka bisa tumbuh sehat, bebas dari penyakit berbahaya, dan siap menatap masa depan dengan ceria.










