Kwin Fo Minta Penyedia Air Bersih di Batam Siapkan Genset!

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo (f-antara)
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo (f-antara)

BATAMCLICK — Pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam pada 12 Oktober 2026 tak hanya mengganggu aktivitas warga. Gangguan itu juga memutus aliran air bersih dan jaringan komunikasi seluler, memperlihatkan betapa banyak layanan dasar masyarakat bergantung pada pasokan listrik.

Ketika listrik padam, pompa yang mengalirkan air bersih ikut berhenti beroperasi. Sejumlah menara telekomunikasi juga kehilangan daya sehingga layanan komunikasi berpotensi terganggu. Dampaknya meluas, dari kebutuhan air rumah tangga hingga akses masyarakat terhadap jaringan komunikasi.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan tidak ada pihak yang menginginkan kejadian tersebut. Sebagai penyedia layanan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, PLN Batam, kata dia, berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Namun, ia menilai keandalan layanan publik tidak semestinya hanya bergantung pada pasokan listrik utama. Perusahaan yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat perlu menyiapkan sumber daya cadangan, termasuk generator set atau genset, untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.

“Mestinya perusahaan penyedia air bersih bagi warga Batam itu dilengkapi dengan mesin genset. Jadi, jika terjadi blackout atau penurunan daya ke tempat mereka, mereka masih bisa mengoperasikan genset sehingga aliran air ke warga tetap berjalan,” ujar Kwin Fo.

Menurut dia, perusahaan yang mengelola kebutuhan pokok masyarakat harus menempatkan keberlangsungan pelayanan sebagai prioritas. Listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi merupakan kebutuhan penting yang tidak bisa dipandang sebagai layanan biasa.

“Listrik, air, jaringan komunikasi ini kan kebutuhan terpenting bagi masyarakat. Harus lebih diutamakan, jangan serta-merta bergantung,” katanya.

Pernyataan Kwin Fo menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung di luar jaringan listrik utama. Sebab, ketika pasokan listrik terganggu, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketersediaan genset pada perusahaan penyedia layanan publik menjadi salah satu langkah antisipasi agar gangguan listrik tidak langsung menghentikan pelayanan. Dengan sistem cadangan yang memadai, perusahaan diharapkan tetap dapat menjalankan fungsi pentingnya ketika pasokan listrik utama terputus.

Blackout 12 Oktober menjadi pengingat bahwa keandalan layanan publik tidak hanya ditentukan oleh satu penyedia infrastruktur. Kesiapan setiap perusahaan dalam mengantisipasi keadaan darurat juga berperan penting untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.(bos)