Silakan lanjutkan perayaan kemerdekaan kalian, Kami akan melanjutkan perjuangan mendapatkan air bersih.
BATAMCLICK.COM: Kalau ditanya, banggakah saya menjadi warga Batam? Saya akan menjawab dengan jujur: bangga.
Saya bangga karena Batam terus berkembang sebagai kota modern. Pembangunan infrastruktur berjalan pesat. Jalan terus dibangun. Kota berkembang. Aktivitas ekonomi tumbuh. Pemerataan pembangunan juga semakin terasa.
Namun, ada satu hal yang membuat kebanggaan itu terasa belum lengkap: persoalan air bersih.
Air Keruh, Aliran Tak Merata
Sejak pengelolaan air bersih berada di bawah SPAM Batam, persoalan air masih menjadi keluhan warga.
Di sejumlah wilayah, air yang mengalir dari keran tidak selalu jernih. Warga bahkan mengeluhkan air berwarna kuning dan berlumpur serta memiliki aroma yang menyengat.
Mimpi menikmati air bersih langsung dari keran tanpa harus khawatir, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari, bagi sebagian warga Batam masih terasa jauh.
Persoalannya bukan hanya kualitas air.
Ketersediaan air juga belum merata.
Bahkan di wilayah Kota Batam yang berkembang pesat seperti Batam Kota, masih ada kawasan yang mengalami persoalan distribusi air.
Di sejumlah kawasan, termasuk sekitar Botania, air terkadang baru mengalir pada malam hari. Sementara pada siang hari, aliran bisa mati total atau hanya keluar dengan tekanan yang sangat kecil.
Keluhan Warga Belum Menemukan Solusi Permanen
Persoalan ini tentu bukan sekali dua kali disampaikan warga.
Berbagai keluhan sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Harapan warga sederhana: air bersih tersedia setiap hari, mengalir dengan tekanan yang memadai, dan memiliki kualitas yang layak.
Namun, persoalan yang sama kembali muncul.
Ketika pemerintah turun tangan dan memberikan teguran keras, pelayanan biasanya kembali membaik. Sayangnya, kondisi tersebut belum selalu bertahan lama.
Warga membutuhkan solusi yang permanen, bukan perbaikan yang hanya terasa sesaat setelah muncul keluhan.
81 Tahun Indonesia Merdeka, Air Bersih Masih Jadi Perjuangan
Hari ini, 17 Agustus 2026, Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan.
Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, sebagian warga Batam justru masih menghadapi persoalan mendasar: mendapatkan air bersih.
Di sejumlah wilayah Batam Kota, termasuk kawasan sekitar Botania, aliran air kembali mati total.
Hingga tulisan ini dibuat, belum ada penjelasan resmi yang diterima masyarakat mengenai penyebab kondisi tersebut.
Tentu, kami memahami bahwa mengelola sistem penyediaan air untuk kota yang terus berkembang bukan pekerjaan mudah.
Namun, bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar fasilitas tambahan. Air adalah kebutuhan dasar.
Karena itu, pembangunan Batam sebagai kota modern harus berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar warganya.
Kami ingin ikut merayakan kemerdekaan dengan bangga. Namun, kami juga ingin merasakan kemerdekaan dalam hal yang paling sederhana: membuka keran dan mendapatkan air bersih.
Silakan lanjutkan perayaan kemerdekaan kalian.
Kami akan melanjutkan perjuangan mendapatkan air bersih.
Penulis:
Novianto
Penanggung Jawab Batamclick.com
