DPRD Batam Minta Angkutan Lokal Dilibatkan di Rute Feeder Trans Batam, Evaluasi Kinerja Digelar Tiap Triwulan

Batamclick.com, BATAM — Anggota Komisi III DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Suryanto, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal dan mengevaluasi kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dalam mengoperasikan layanan bus Trans Batam secara berkala.

Guna memastikan seluruh program berjalan optimal, DPRD Batam menjadwalkan agenda evaluasi rutin setiap triwulan.

“Kami memiliki agenda evaluasi rutin setiap tiga bulan untuk memantau perkembangan, kemajuan, hingga terobosan baru yang dijalankan. Dari sisi regulasi dan peraturan daerah, DPRD sudah memberikan dukungan penuh. Tentu kinerjanya akan terus kami awasi,” ujar Suryanto.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian DPRD sejak penyusunan Peraturan Daerah (Perda) adalah keberlanjutan nasib para pengusaha dan pengemudi angkutan umum konvensional di Batam. Suryanto meminta Dishub merangkul para pelaku transportasi lokal tersebut untuk difungsikan sebagai penyedia layanan rute pengumpan (feeder).

“Sebelum sistem ini berjalan, pengusaha transportasi lokal sudah ada lebih dulu. Sejak awal pembentukan Perda, kami memberi perhatian khusus agar angkutan lama wajib dilibatkan dalam penyediaan feeder. Teknis penyesuaiannya sudah diatur dalam Perda dan tinggal diterjemahkan oleh Dinas Perhubungan,” jelas politikus PKS tersebut.

Suryanto menilai transisi masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Mengubah kebiasaan warga tidak cukup hanya dengan menyediakan armada bus, tetapi juga harus didukung ekosistem infrastruktur yang nyaman dan terintegrasi.

Komisi III DPRD Batam pun mendorong Dishub berkoordinasi erat dengan instansi terkait, seperti Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perkim), untuk membenahi fasilitas pejalan kaki serta peneduh di sekitar halte.

“Tujuan kita adalah mengajak masyarakat beralih ke transportasi umum. Masalahnya bukan cuma ketersediaan bus, melainkan juga jaminan keamanan dan kenyamanan fasilitas bagi pejalan kaki. Akses menuju halte itu panas, sehingga perlu penanaman pohon peneduh di sekitarnya. Ini harus menjadi satu ekosistem yang saling melengkapi,” paparnya.

Suryanto turut mengapresiasi keberanian dan upaya Dishub Batam dalam memulai transformasi transportasi massal. Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran dan fasilitas pendukung secara berkesinambungan.

“Ini kerja besar karena kita memulai sesuatu yang baru dan membutuhkan usaha luar biasa. Kami berharap ekosistem transportasi ini dapat terwujud dan menjadi kebanggaan Kota Batam,” pungkas Suryanto.

Exit mobile version