Bukan Sekadar Panggung: Kenduri Seni Melayu, Cinta yang Tak Pernah Usai

BATAMCLICK.COM: Di tengah riuh pertumbuhan kota dan gemerlap lampu pelabuhan, ada denyut budaya yang tetap setia berdegup. Kenduri Seni Melayu (KSM) 2025 kembali digelar, membawa semangat warisan budaya yang tak pernah padam. Tahun ini, Lapangan Parkir Harbourbay Downtown akan menjadi panggung tempat ragam seni dan tradisi Melayu hidup kembali, selama tiga hari penuh, mulai Jumat (16/5/2025) hingga Minggu (18/5/2025).

Rencananya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra akan membuka langsung perhelatan budaya ini pada Sabtu (17/5/2025), didampingi oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

Yang membuat tahun ini lebih istimewa, Kenduri Seni Melayu menjadi satu-satunya event pariwisata dari Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. “Kenduri Seni Melayu sudah berlangsung selama 26 tahun tanpa pernah absen, bahkan saat pandemi Covid-19 melanda, kami tetap berkomitmen menyelenggarakannya dengan protokol ketat,” ujarnya.

Bagi Ardi, KSM bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali 10 Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Batam. “Event ini juga jadi magnet untuk mendatangkan wisatawan dan mendukung misi Pak Wali dan Bu Wakil Wali Kota dalam menjadikan Batam sebagai destinasi MICE — Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition,” tambahnya.

Kenduri kali ini akan diramaikan oleh penampilan para seniman dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Brunei Darussalam, Johor, Medan, Deli Serdang, Lingga, Tanjungpinang, Dumai, Sei Pakning, Karimun, Bintan, serta tuan rumah, Batam sendiri.

Tak hanya panggung seni, pengunjung juga akan dimanjakan oleh bazaar kuliner yang menggoda lidah. Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam turut menyemarakkan acara dengan menyajikan masakan khas Melayu yang sarat makna dan sejarah.

“Mari, kita semua — warga Batam dan sekitarnya — datang dan ramaikan Kenduri Seni Melayu. Karena menjaga budaya adalah cara kita menghargai asal-usul,” tutup Ardi penuh semangat.(ard)

Editor: Bosanto