BATAMCLICK.COM: Ada nuansa baru yang terasa di ujung utara Indonesia, tepatnya di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan diuji coba sebagai pintu masuk dan keluar kapal wisata asing atau internasional. Sebuah momentum yang tak hanya simbolis, tetapi penuh harapan: membuka Natuna kepada dunia.
Deputi I Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Dr. Nurdin, menyampaikan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari kegiatan bertajuk Yacht Rally Sail to Natuna, yang digelar pada 15 hingga 17 Juni 2025.
“Sesuai arahan Kepala BNPP, kami ingin menjadikan PLBN sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. Salah satunya dengan menyambut kedatangan para wisatawan asing lewat jalur laut di Serasan,” ungkap Nurdin di Natuna, Ahad (15/6/2025).
Dalam uji coba ini, belasan wisatawan mancanegara dari berbagai negara tiba dengan kapal layar, disambut hangat masyarakat dan pemerintah daerah. Langit biru Natuna dan lautnya yang jernih seolah mengukuhkan bahwa potensi wisata bahari di wilayah ini bukan sekadar janji.
PLBN Serasan dianggap strategis karena terletak di Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I), jalur laut penting yang berdekatan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Pos ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara.
Dalam beberapa bulan terakhir, gagasan menjadikan Serasan sebagai entry-exit point wisatawan asing telah dibahas intensif oleh BNPP bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Pemerintah Kabupaten Natuna.
“Saat ini kami sedang memproses agar PLBN Serasan bisa difungsikan secara resmi sebagai pintu masuk-keluar kapal wisata asing,” terang Nurdin.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyambut hangat uji coba ini. Ia menyebutnya sebagai awal terbukanya jendela baru bagi Natuna.
“Hari ini bisa disebut sebagai hari ketika Natuna membuka pintu bagi wisatawan internasional. Ini bukan sekadar seremonial, tapi tonggak sejarah untuk kemajuan daerah kami,” ucapnya haru.
Sumber: Antara










