Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Bersama Insan Pariwisata, Bahas Strategi Dongkrak Wisatawan

(kiri-kanan) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Drs. Yusfa Hendri, M.Si, Bambang Cahyo Murdoko, SS, M.Hum, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Drs. Heriman HK
(kiri-kanan) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Drs. Yusfa Hendri, M.Si, Bambang Cahyo Murdoko, SS, M.Hum, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Drs. Heriman HK

BATAMCLICK.COM — Batam membidik 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026. Pemerintah Kota Batam bersama Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan wisata kesehatan, belanja, dan kuliner untuk memperkuat daya tarik kota industri di perbatasan Singapura dan Malaysia tersebut.

Strategi itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama insan pariwisata di Hotel A Glow Harbour Bay, Batam, Selasa, 13 Oktober 2026. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam menggelar pertemuan tersebut untuk membahas arah pengembangan pariwisata sekaligus menjaring masukan dari pelaku industri.

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata, Bambang Cahyo Murdoko, hadir sebagai narasumber. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batam Heriman HK juga menyampaikan pandangan pemerintah daerah.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan itu, antara lain Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepulauan Riau Kombes Rudy Cahya Kurniawan, anggota DPRD Kota Batam Sony Christanto, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri.

Batam Kejar Target 1,7 Juta Wisatawan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan perkembangan positif. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan disebut telah mencapai sekitar 1,3 juta, dari target 1,7 juta kunjungan sepanjang tahun.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah kota menyiapkan sejumlah acara yang menyasar pasar wisatawan Singapura dan Malaysia.

Ardi mengatakan pemerintah berencana menghadirkan King Nasser dalam rangkaian perayaan hari jadi Kota Batam. Selain itu, grup musik J-Rocks dijadwalkan meramaikan malam pergantian tahun.

“Kami sudah diarahkan oleh Bapak Wali Kota untuk melaksanakan event-event yang marketable, yang fit to the sales,” kata Ardi.

Ia mengajak agen perjalanan menyusun paket wisata yang menggabungkan agenda hiburan dengan berbagai destinasi di Batam. Pemerintah kota, kata dia, akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang melalui agen perjalanan.

Penyelenggaraan acara yang sesuai dengan minat pasar diharapkan dapat mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Batam.

Kementerian Pariwisata Dorong Wisata Berkualitas

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata

Bambang Cahyo Murdoko mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah kunjungan. Pemerintah juga perlu memastikan kegiatan wisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat budaya lokal.

Ia mendorong Batam mengembangkan pendekatan pariwisata regeneratif, yakni pendekatan yang tidak hanya mengurangi dampak negatif kegiatan wisata, tetapi juga berupaya memulihkan ekosistem dan memberdayakan masyarakat setempat.

Menurut Bambang, pengembangan tersebut perlu melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai asosiasi pariwisata.

“Jadi tidak hanya menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, tapi juga mengembalikan ekosistem pariwisata, memberdayakan masyarakat lokal, melestarikan budaya, dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, arah pengembangan pariwisata nasional juga menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, pengembangan destinasi berbasis masyarakat, serta pengelolaan pariwisata yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan budaya.

Karena itu, ia menilai Batam perlu memperkuat kualitas layanan hotel, restoran, dan sektor pendukung lainnya. Pelatihan hospitality menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja agar mampu memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, pengembangan kampung wisata dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Produk wisata berbasis komunitas, homestay, atraksi lokal, dan paket perjalanan perlu dikemas dengan baik agar mudah dipasarkan kepada wisatawan.

Kementerian Pariwisata juga memiliki Jaringan Desa Wisata atau Jadesta sebagai sarana promosi destinasi berbasis masyarakat. Melalui platform tersebut, potensi kampung wisata di Batam diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wisata Kesehatan, Belanja, dan Kuliner Jadi Andalan

Bambang menilai Batam memiliki peluang untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata kesehatan dan belanja. Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadi modal untuk menarik wisatawan yang mencari layanan kesehatan, pengalaman berbelanja, serta pilihan rekreasi dengan akses yang relatif mudah.

Dalam tahapan pengembangan pariwisata jangka panjang, Batam diharapkan dapat memperkuat destinasi wisata berkualitas pada periode 2025–2029. Selanjutnya, pengembangan diarahkan pada peningkatan produktivitas, diversifikasi produk wisata, dan perluasan pasar pada periode-periode berikutnya.

Ia juga menyoroti potensi wisata gastronomi atau wisata berbasis pengalaman kuliner. Batam memiliki kekayaan hasil laut yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kuliner khas dan sajian boga bahari dapat dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata, sehingga pengeluaran wisatawan tidak hanya dinikmati hotel dan penyedia transportasi, tetapi juga restoran, pedagang makanan, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pengembangan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor. Selain promosi, pemerintah dan pelaku usaha perlu memastikan aksesibilitas, kebersihan, kenyamanan, serta keselamatan wisatawan di setiap destinasi.

Bambang juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko, terutama untuk kegiatan wisata bahari dan penyeberangan yang menjadi bagian dari mobilitas wisatawan di Kepulauan Riau.

Air Bersih, Banjir, dan Sampah Ikut Menentukan

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdako Batam Heriman HK mengatakan pembangunan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar perkotaan.

Menurut dia, ketersediaan air bersih, penanganan banjir, pengelolaan sampah, dan pembangunan infrastruktur ikut menentukan kenyamanan wisatawan selama berada di Batam.

Ia menilai wisatawan membutuhkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Karena itu, pembenahan layanan dasar harus berjalan seiring dengan promosi destinasi dan penyelenggaraan acara pariwisata.

Heriman juga mengapresiasi kontribusi para pelaku usaha yang selama ini mendukung perkembangan pariwisata Batam. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan masukan konkret mengenai arah pengembangan sektor pariwisata ke depan.

Dalam sesi dialog yang dipandu Yusfa Hendri, peserta membahas berbagai persoalan dan peluang pengembangan pariwisata Batam. Diskusi juga menyoroti pentingnya memperluas manfaat ekonomi pariwisata agar tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perhotelan dan transportasi.

Dengan menggabungkan promosi yang tepat sasaran, peningkatan kualitas layanan, pengembangan destinasi baru, dan pembenahan infrastruktur, Batam diharapkan mampu memperkuat daya saingnya di pasar wisata regional.(bos)