Ketika Para Kera Ketar-Ketir Sampai Ompol di Celana!

Suasana siang itu di pinggir padang rumput yang luas mendadak berubah menjadi teater komedi tingkat tinggi. Seekor Kancil kecil dengan langkah santai dan gaya tanpa dosa tampak berjalan beriringan sambil ngobrol akrab bersama seekor Harimau raksasa berwajah sangar. Mereka berdua terlihat seperti sahabat kental yang sedang jalan-jalan sore, tertawa kecil, dan menikmati angin sepoi-sepoi. 

Namun, pemandangan itu justru membuat segerombolan kera di atas dahan pohon besar mengalami serangan jantungan massal. Lima ekor kera berbulu kusam berjejer di dahan dengan mata melotot keluar, rahang terbuka lebar, dan keringat dingin bercucuran sebesar biji jagung. 

​Di atas kepala mereka, gelembung pikiran penuh tanda tanya besar melayang-layang. Salah satu kera yang paling histeris bahkan tak kuasa menahan rasa takutnya—ia sampai mengompol di dahan pohon karena membayangkan nasib si Kancil yang sebentar lagi akan dijadikan menu makan siang sang raja hutan. 

“Woi! Itu si Kancil gak pakai pelet apa ya? Kok bisa jalan bareng macan besar tanpa dicaplok? Lah, kita lewat depan dia dikit aja udah gemeteran sampai mau copot jantung, ini malah ngobrol kayak bestie!” bisik salah satu kera sambil gemetar hebat hingga salah satu rekannya berteriak panik karena mengira ada yang “kentut” di tengah ketegangan. 

Sementara para kera sibuk berdebat dan hampir pingsan karena ketakutan melihat kedekatan tak lazim itu, sang Harimau dan Kancil malah melenggang cuek, menikmati kebingungan massal makhluk-makhluk penakut tersebut dari kejauhan.

Cerita ini hanya fiksi belaka sebagai penambah semangat di hari yang cerah. Jika ada kemiripan dengan kejadian nyata atau pengalaman pembaca… wah, kok bisa mirip gitu ya?”