Ardi dan PPBI Gagas Batam Bonsai On Fire tahun 2026,

Pameran dan Kompetisi Bonsai Nasional “Green Legacy” di Nagoya Hill Mall Batam tak hanya memikat pecinta seni tanaman hias, tetapi juga memperkuat citra Batam sebagai pusat event hortikultura bertaraf nasional.

Batam Bonsai kembali menorehkan jejak penting dalam dunia seni tanaman miniatur. Melalui pameran dan kompetisi nasional bertajuk Green Legacy, ratusan pohon bonsai dari berbagai penjuru Indonesia hadir memeriahkan halaman parkir Nagoya Hill Mall, mulai 30 Juli hingga 6 Agustus 2025.

Sebanyak 224 pohon bonsai ikut serta dalam ajang ini, menampilkan ragam keindahan mulai dari Pinus, Sentigi, Anting Putri, Beringin hingga Cedas. Semua tanaman disusun dengan bentuk dan gaya klasik seperti Yose-ue, Ikadabuki, Hokidachi, Seki-joju, Fukinagashi, Han-kengai hingga Bonsai Jin. Banyak dari pohon-pohon tersebut telah berusia puluhan tahun dan dirawat penuh ketelatenan oleh para penggemarnya.

Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Batam, Azhar, menyampaikan bahwa jumlah peserta kali ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dua tahun lalu. “Peserta tahun ini datang dari berbagai daerah, mulai dari seluruh Kepri, Pekanbaru, Siak Sri Indrapura hingga Pulau Jawa,” ujarnya penuh semangat.

Di sisi lain, Ketua Umum PPBI Pusat, Alex Tangkulung, mengapresiasi penuh dukungan dari pemerintah daerah, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Ia mengungkapkan rencananya untuk menggelar lebih banyak event bonsai di Batam ke depannya. “Dukungan infrastruktur di Batam sangat baik, sehingga memungkinkan kami untuk menyelenggarakan acara besar seperti Pameran Asia Pacific Bonsai and Suiseki (ASPAC), rapat kerja nasional, bahkan event bonsai yang lebih bersifat komersial,” jelasnya.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata. Dalam sambutannya, ia mendorong asosiasi bonsai untuk terus melangkah lebih jauh. “Ke depan, kita bisa mengemas event bonsai ini menjadi lebih internasional, bahkan mengundang peserta dari luar negeri. Kita bisa beri nama event-nya Batam Bonsai On Fire, dan selenggarakan rutin setiap tahun,” katanya antusias.

Batam, menurut Ardi, memang memiliki daya tarik kuat sebagai kota wisata. Selain wisata belanja dan kuliner, Batam juga unggul di sektor MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions). Hampir setiap minggu, kota ini menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional maupun internasional, baik di akhir pekan maupun hari kerja.

Turut hadir dalam pembukaan acara, Ketua Asosiasi Lanskap Indonesia (ASLI), Bambang, yang juga menjadi pembina PPBI, serta Dedy yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Mereka kompak menyatakan bahwa seni bonsai adalah warisan hijau yang patut dirawat dan terus dikembangkan.