Usai persetujuan amnesti terhadap Hasto Kristiyanto, Sufmi Dasco unggah foto pertemuan bersama Megawati dan para petinggi PDIP dengan pesan kebangsaan yang penuh makna.
Kasus Hasto kembali menghangatkan ruang politik nasional setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui permohonan amnesti untuk Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu. Di tengah sorotan publik, unggahan mengejutkan datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang membagikan momen pertemuan bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Foto tersebut ia unggah melalui akun Instagram pribadinya (@sufmi_dasco) pada Kamis malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam gambar itu, tampak Dasco duduk bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, dalam suasana akrab dan santai bersama Megawati.
Meski tak menyertakan keterangan waktu dan lokasi, Dasco memberi satu kalimat yang sarat makna: “Merajut Tali Kebangsaan dan Persaudaraan.” Kata-kata singkat itu seakan mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut tak sekadar silaturahmi biasa, melainkan langkah simbolik untuk menjahit kembali tenun kebangsaan di tengah derasnya arus politik.
Pertemuan Bernuansa Damai Setelah Putusan Penting
Ruangan tempat mereka bertemu terlihat seperti ruang tamu rumah dengan meja di tengahnya. Namun, pengamat menyadari bahwa lokasi tersebut tampak berbeda dengan rumah yang biasa menjadi tempat Megawati menerima tamu-tamu penting.
Yang menarik, pada Rabu (30/7/2025), Megawati, Puan, dan Prananda masih berada di Sanur, Bali untuk menghadiri acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif Fraksi PDIP di The Meru & Bali Beach Convention Center. Maka, unggahan Dasco menimbulkan spekulasi: apakah pertemuan berlangsung di Bali atau telah kembali ke Jakarta?
Apa pun tempatnya, foto itu hadir tepat beberapa saat setelah DPR menyetujui amnesti terhadap Hasto Kristiyanto, yang menjadi terpidana dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku serta perintangan penyidikan.
Persetujuan DPR dan Sikap Politik yang Melunak?
Dasco langsung membacakan persetujuan amnesti tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta. Ia menyampaikan, “Pemberian persetujuan dan pertimbangan atas Surat Presiden Nomor R42/PRES/07/2025 tanggal 30 Juli 2025 tentang amnesti terhadap 1.116 orang yang telah terpidana dan mendapatkan amnesti, termasuk saudara Hasto Kristiyanto.”
Keputusan itu setelah pemerintah dan DPR menggelar rapat konsultasi bersama pimpinan serta seluruh fraksi. Surat Presiden yang menjadi dasar permohonan amnesti turut mencantumkan Hasto sebagai salah satu dari ribuan penerima pengampunan.
Di Balik Senyuman, Sebuah Pesan Kebangsaan
Dalam konteks politik Indonesia yang sering kali keras dan penuh ketegangan, pertemuan ini seperti memberikan warna baru. Ada semacam pesan kehangatan dan kebersamaan yang tersampaikan di balik senyuman para tokoh tersebut.
Pertemuan antara tokoh lintas lembaga itu menunjukkan bahwa rekonsiliasi, dialog, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Terlepas dari latar belakang kasus, pertemuan ini menjadi sinyal bahwa di tengah badai politik, masih ada ruang untuk merajut kembali persaudaraan dalam semangat Indonesia.










