Kopdes Merah Putih kini tidak hanya diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi desa, tetapi juga berkembang menjadi ruang perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Gagasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, yang menegaskan bahwa setiap gerai atau klinik koperasi desa/kelurahan ke depan akan dilengkapi pos pengaduan.
Langkah tersebut menjadi terobosan penting, karena menghadirkan layanan perlindungan sosial langsung di tingkat desa dan kelurahan—lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.
Pos Pengaduan, Akses Perlindungan yang Lebih Dekat
Ferry menjelaskan bahwa setiap gerai Kopdes Merah Putih akan menyediakan ruang khusus sebagai tempat pengaduan kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
Dengan demikian, masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk melaporkan kasus atau mencari bantuan.
“Ini adalah bentuk afirmatif kami untuk melindungi kepentingan perempuan dan anak-anak di daerah, desa, dan kelurahan,” ujarnya saat menerima Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta.
Selain itu, kehadiran pos ini juga diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih berani melapor, sekaligus memperkuat sistem perlindungan di tingkat akar rumput.
Kolaborasi Dua Kementerian untuk Desa yang Lebih Kuat
Pertemuan antara Kementerian Koperasi dan Kementerian PPPA tidak hanya membahas perlindungan sosial, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Kedua kementerian sepakat untuk mengintegrasikan program Kopdes Merah Putih dengan program Ruang Bersama Indonesia. Melalui kolaborasi ini, pemerintah ingin menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh—mulai dari ekonomi hingga perlindungan sosial.
Dengan begitu, desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang aman bagi seluruh masyarakat.
Dorong Perempuan Produktif Jadi Kekuatan Koperasi
Selain menghadirkan perlindungan, Ferry juga mendorong kelompok perempuan produktif binaan Kementerian PPPA untuk bertransformasi menjadi koperasi.
Langkah ini dinilai strategis, karena tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi desa secara keseluruhan.
Ia memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pendampingan saja, melainkan juga mencakup akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Dengan dukungan tersebut, perempuan di desa diharapkan mampu berkembang sebagai pelaku ekonomi yang tangguh dan mandiri.
Strategi Cegah Kekerasan dari Tingkat Desa
Sementara itu, Arifah Fauzi menyambut baik rencana penyediaan pos pengaduan di gerai koperasi. Ia menilai langkah ini sangat strategis, karena mampu mendekatkan layanan pencegahan dan penanganan kekerasan ke masyarakat desa.
Menurutnya, saat ini layanan perlindungan masih banyak terpusat di tingkat kabupaten dan kota, sehingga kehadiran pos di desa akan menjadi solusi penting.
“Sangat tepat jika salah satu gerainya dijadikan tempat untuk penanganan dan yang lebih penting adalah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Langkah Cepat, Mulai dari Proyek Percontohan
Tidak ingin berlama-lama, kedua kementerian sepakat untuk segera menjalankan proyek percontohan di sejumlah daerah. Mereka bahkan memilih untuk tidak menunggu rampungnya nota kesepahaman (MoU).
Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Kita bisa langsung mulai di daerah yang koperasi desanya sudah berjalan dan gerakan perempuannya sudah ada,” kata Arifah.
Menuju Desa Mandiri dan Aman
Melalui penguatan Kopdes Merah Putih, pemerintah tidak hanya membangun ekonomi desa, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial secara menyeluruh.
Dengan menggabungkan fungsi ekonomi dan perlindungan, koperasi desa kini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan yang lebih lengkap—tempat masyarakat tidak hanya mencari penghidupan, tetapi juga mendapatkan rasa aman.
Langkah ini menjadi harapan baru bagi desa-desa di Indonesia untuk tumbuh tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam melindungi warganya.








