BKKBN Kepri: Keluarga perlu bangun kebiasaan sehat di ruang digital

Batamclick.com,
Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengaktifkan posko udara guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Indonesia itu.

Komandan Lanud RSA Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, dikonfirmasi dari Batam, Selasa, mengatakan posko tersebut telah diaktifkan sejak Senin (30/3).

“Posko diaktifkan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran akibat musim kemarau,” ucapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, menurut dia, kebakaran hutan dan lahan di Natuna dilaporkan telah menghanguskan lebih atas 100 hektare lahan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Natuna bersama instansi laBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kebiasaan sehat anak di ruang digital.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina mengatakan perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan regulasi.

“Pembatasan usia akses media sosial memang penting, tetapi mudah disiasati tanpa pendampingan orang tua. Dari keluargalah anak belajar nilai, mendapat perlindungan, dan membangun kebiasaan sehat di ruang digital,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Hal itu dikemukakannya menanggapi penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

PP Tunas yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026 mengatur pembatasan akses anak di bawah 16 tahun terhadap konten atau media sosial berisiko.

Selain itu platform digital juga diwajibkan menyediakan fitur kontrol dan persetujuan orang tua.

Namun Rohina menegaskan bahwa efektivitas aturan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan keluarga dalam mendampingi anak.

“Teknologi hanya efektif jika keluarga benar-benar hadir. Dampingi, awasi, dan jadilah rumah pertama mereka pulang, bahkan di dunia digital. Karena benteng terkuat itu bukan aplikasi atau algoritma, tetapi keluarga yang hadir,” katanya.

Rohina juga mengungkapkan penggunaan gawai pada anak di Kepulauan Riau, termasuk Batam, telah menimbulkan sejumlah permasalahan.

“Ada juga, terutama anak-anak yang belum sekolah, orangtuanya bekerja dan mereka banyak menggunakan gadget, akhirnya mereka memiliki kendala terlambat bicara dan tantrum,” kata dia.

Karena itu ia mengajak seluruh keluarga untuk mengambil peran aktif dalam mendampingi anak, sekaligus menjadikan rumah sebagai ruang aman, termasuk dalam aktivitas digital.

Menurutnya, implementasi PP Tunas sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan keluarga dalam mewujudkan generasi emas.

“BKKBN Kepri mengajak seluruh keluarga, khususnya di Kepri, untuk menjadi bagian dari gerakan perlindungan anak di ruang digital,” kata Rohina.

Sumber, Antara