Release Akhir Tahun Kejari Batam, Kasus Anak Meningkat Tajam

Batamclick.com, Batam – Kejaksaan Negeri Batam gelar release pencapaian di tahun 2023. Dalam pemaparannya, Kajari Batam tidak hanya memaparkan kegiatan-kegiatan terkait tugas dan fungsi yang telah dilaksanakan, tetapi juga menyampaikan kendala di lapangan serta kondisi pada tahun 2023.

Sedangkan perkara yang mendominan pada tahun 2023 yaitu pencurian dan perkara perlindungan anak.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batam I Ketut Kasna Dedi didampingi oleh seluruh Kepala Seksi (Kasi) Kejari Batam saat release akhir tahun, bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Batam, Batam Center, Kota Batam, Rabu (27/12/2023).

Dijelaskan Kasna, untuk perkara yang banyak ditangani yaitu pencurian sebanyak 246 disusul kasus perlindungan anak 133 perkara.

“Perkara pencurian 246 mengalami penurunan dari tahun lalu 265 dan perkara tindak pidana perlindungan anak 77 perkara sekarang tahun 2023 justru naik menjadi 133 perkara,” ujar Kasna kepada awak media.

BACA JUGA:   Berani Tampil Beda Dengan CBR250RR

Lanjut Kasna, pada tahun 2023 ini tercatat, ada beberapa perkara yang telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah. Semua telah diproses dan dilakukan eksekusi.

Selain itu perkara yang ditangani narkotika 73 perkara, penipuan dan penggelapan 74 kasus penipuan 72, penganiayaan 68 dan PMI 65 perkara.

Kemudian pengeroyokan atau penganiayaan 28 perkara, serta terhadap orang yang memerlukan pertolongan 19 dan kekerasan rumah tangga 17 perkara, tindak pidana perdagangan orang 17 dan perjudian 16, pemalsuan surat 14 perkara dan asal usul perkawinan 13 serta melakukan kekerasan bersama dimuka umum pengeroyokan 13 dan ITE ada 8 perkara.

BACA JUGA:   BP Batam dan Daegu Korea Selatan Jalin Kerjasama Pengelolaan Air

“Diantara perkara tersebut yang paling menonjol tahun ini perlindungan anak,” ungkap Kasna.

Sementara penadah, penerbitan dan percetakan 11, kejahatan terhadap keamanan negara 10, tindak pidana senjata api  dan amunisi serta bahan peledak 9 dan tindak pidana informasi transaksi elektronik 8 hingga perusakan hutan 7 perkara.

Sedangkan tindak pidana khusus tahun 2022 ditangani sebanyak 3 yang sudah diselesaikan dan untuk tahun 2023 ada 5 ditangani yang sudah diselesaikan serta ada juga kasus lain yang masih dalam tahap penyidikan.

Lima kasus ini kerugian negara mencapai Rp 4,5 miliar belum ada yang mengganti kerugian ini dan masih dalam penelusuran.

“Kita akan tuntaskan perkara tindak pidana korupsi dengan bersih dan transparan serta tidak ada intervensi,” tegas Kansa.

BACA JUGA:   Sales Panci Dituduh Menghipnotis, Aksi Warga Menggerebek Dinilai Melecehkan

Sedangkan untuk Restoratif Justice terhadap para tersangka sebanyak 23 perkara,ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya dan ini juga tergantung perkara yang dikirim ke kami.

“Tergantung perkara yang diserahkan penyidik kepolisian ada berapa banyak perkara RJ yang diserahkan ke Kejaksaan,” tutur Kasna.