Batamclick.com,
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut sebanyak 30 dapur untuk wilayah daerah terpencil atau 3T telah terbangun dan kini masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk dapat mulai beroperasi.
Korwil SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan dari 35 titik SPPG daerah terpencil yang tercatat di Batam, sebagian besar bangunannya telah selesai dibangun.
“Dari seluruh titik, ada 30 yang sudah terbangun, tapi belum ada yang operasional, masih menunggu arahan dari pusat,” kata Defri saat dihubungi di Batam, Selasa.
Ia merinci sebanyak empat SPPG telah memiliki kepala SPPG dan telah menjalani proses apraisal, yakni proses perhitungan nilai ekonomi aset dapur. Sementara 12 SPPG lainnya belum memiliki kepala SPPG, namun proses apraisal telah dilakukan.
Selain itu terdapat enam SPPG yang bangunannya telah terbangun tetapi belum menjalani apraisal serta delapan SPPG yang bangunannya telah terbangun namun proses apraisal belum selesai.
“Sekarang yang sudah terbangun sudah lebih banyak. Di bulan Maret ada 13 yang sudah terbangun sekarang sudah 30 dari 35 titik,” kata dia.
Sementara itu lima titik lainnya masih belum terbangun, tetapi telah masuk dalam titik yang tercatat pada portal mitra.
Sebelumnya surat keputusan terkait dapur SPPG daerah terpencil di Batam telah diterbitkan dengan memprioritaskan sejumlah wilayah hinterland di luar daratan utama, seperti Kecamatan Galang, Bulang, dan Belakang Padang, serta beberapa wilayah di Sekupang dan Nongsa.
Ia menjelaskan beberapa titik tersebut juga memiliki potensi besar untuk jumlah penerima manfaat.
“Ada SPPG di Tanjung Kertang, Galang, yang diperkirakan melayani 1.031 penerima manfaat, Sembulang 815 penerima manfaat, Pulau Kasu 943 penerima manfaat, dan Pulau Terong sebanyak 680 penerima manfaat,” katanya.
Defri mengatakan kesiapan bangunan menjadi salah satu tahapan sebelum dapur dapat beroperasi. Setelah proses administrasi dan penilaian selesai, kata dia, pengoperasian SPPG masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Secara keseluruhan terdapat 164 SPPG daerah terpencil di Provinsi Kepri dengan rincian yakni satu SPPG di Tanjungpinang, 17 di Bintan, 18 di Karimun, 14 di Natuna, 23 di Anambas, dan 56 di Lingga.
Sumber, Antara
