Pelaku UMKM di Purwakarta keluhkan perkembangan digitalisasi

BATAMCLICK.COM : Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan perkembangan digitalisasi yang belum sepenuhnya mendukung keberadaan UMKM.

“Saat ini kami dari UMKM tengah dihadapkan dengan era digital yang semakin berkembang,” kata Ikhsan, salah seorang pelaku UMKM saat dialog interaktif bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Purwakarta, Jumat.

Ia menyampaikan, dukungan digitalisasi bagi pelaku UMKM saat ini masih belum memadai. Ada banyak kendala yang dialami pelaku UMKM dalam upaya menuju digitalisasi, di antaranya ialah mengenai persaingan dagang dengan produk China yang jauh lebih murah di e-commerce.

BACA JUGA:   Cristiano Ronaldo Segera Punya Cucu! Anak Angkat Pamer Perut Buncit Istri

“Kemudian permasalahan ekspedisi yang masih belum bisa menembus hingga ke pelosok,” katanya.

Satu sisi, kata dia, pelaku UMKM dituntut untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang saat ini memasuki era digital. Namun pelaku UMKM di pelosok desa kini dihadapkan dengan kesulitan mengirim barang, karena ekspedisi umumnya belum bisa menembus hingga ke pelosok.

“Jadi bagi kami dari pelaku UMKM yang berada di pelosok mengalami kesulitan untuk mengirimkan barang-barang jika memasarkan produk melalui online,” katanya.

Para pelaku UMKM lainnya di Purwakarta berharap agar pemerintah bisa mendorong agar produk UMKM masuk ke ritel modern, sekaligus mengurangi retur atau pengembalian produk UMKM yang rusak.

BACA JUGA:   Wali Kota Batam Sampaikan Selamat Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV

Selain itu mereka juga meminta agar produk UMKM bisa lebih ditonjolkan lagi di etalase-etalase ritel modern.

Merespons aspirasi itu, Mendag mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha agar ritel modern bisa menampung UMKM. Hanya saja untuk kendala retur yang tinggi karena produk UMKM yang rusak di perjalanan dan/atau sebagainya, Mendag berencana mengusulkan kepada ritel modern untuk bisa menyerap langsung produk UMKM dari lokasi asalnya, bukan lagi dikirim ke gudang pusat yang berada di Jakarta dulu baru dikirim ke ritel modern di daerah-daerah.

BACA JUGA:   BP Batam Terbitkan Perubahan Perka SPAM Untuk Tata Layanan Air Minum

Terkait dengan isu digitalisasi, Mendag berjanji akan melakukan pelatihan dengan menghadirkan langsung perwakilan dari pelaku bisnis e-commerce.

Sumber : Antara