BATAMCLICK.COM: Begitu sampai di Batam, Sabtu (20/8/2022) pagi, Nursin Basirun yang fisambut oleh perwakilan simpatisan dari masyarakat Batam, Karimun, Tanjungpinang dan Kepri secara umumnya, langsung melanjutkan perjalanan.

“Saya mau istirahat bersama keluarga dulu di Karimun, ” Ungkapnya pada Batamclick.

Namun sebelum meluncur ke Pelabuhan Telagapunggur tempat ferry carteran rombongan menyandar, Nurdin meminta dibawa ke salah satu Panti Asuhan yang juga pondok pesantren di kawasan Barelang.

“Kita ke panti asuhan di Barelang dulu, saya mau tunaikan nazar,” pintanya pada sang istri dan sopir serta rombongan yang menjemputnya.

Ternyata mantan orang nomor satu di Kepri itu memiliki nazar akan ke pondok pesantren dan panti asuhan di Masjid Baitul Makmur, Barelang jika sudah selesai menjalankan masa hukumannya di Rutan Sukamiskin.

Rombongan pun langsung menuju ke arah Barelang dan berhenti di salah satu pondok pesantren yang sekaligus panti asuhan.

Di sana Nurdin disambut penuh haru. Puluhan santri langsung menyalaminya dan mencium tangannya.

Ternyata kehadiran Nurdin buka yang pertama kali di pondok ini, saat menjabat sebagai Gubernur Kepri, Nurdin sudah beberapa kali datang ke pondok pesantren tersebut.

Santri pun langsung duduk membentuk lingkaran, mereka pun mulai persiapan berdoa.

Ya, Nurdin Basirun meminta doa kepada para santun dan anak yatim. Doa yang dipandu oleh ustad penanggungjawab pondok tersebut dan diamini oleh anak-anak pondok, membuat Nurdin tidak dapat menahan air matanya.

Ia terus mengangkat sedikit kacamatanya, agar bisa jemarinya menyeka buliran-buliran air mata yang keluar dari sudut kedua matanya.

Aamiin… Aamiin.. Aamiin… yang terucapndari mulut para santri itu membuat suasana begitu khusyuk.

Nurdin berharap kehidupan yang lebih baik yang lebih lurus dan lebih bermanfaat baginya dan orang-orang di sekelilingnya.

Pada kesempatan itu, ia juga memberi santunan pada anak-anak panti asuhan tersebut, sebelum akhirnya beranjak menuju ke Pelabuhan Telaga Punggur.

Iya, Nurdin ditemani istri, abang dan sejumlah simpatisannya akhirnya menyebrang dari Punggur ke Tanjungbalai Karimun.

Kapten kapal itu kini kembali melintas lautan menerjang ombak Kepri.(bos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *