Stunting di Batam menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam. Untuk mempercepat penanganan dan pencegahannya, Pemkot membentuk gugus tugas percepatan penurunan stunting (TPPS), Wakil Walikota Li Claudia Chandra langsung memimpinnya.
BATAMCLICK.COM: Gugus tugas ini akan bergerak cepat melakukan edukasi dan intervensi di seluruh kelurahan se-Batam.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, Novi Harmadyastuti, menegaskan bahwa kebijakan saat ini tak hanya fokus menurunkan angka, tetapi mencegah sejak dini.
“Instruksi nasional menekankan pencegahan. Karena itu kami bentuk task force kecil yang bisa langsung bekerja di lapangan,” ujarnya di Batam, Rabu (19/6/2025).
Stunting di Batam Tinggi Akibat Kesadaran Pemeriksaan Kehamilan Masih Rendah
Dalam rapat koordinasi TPPS, Novi memaparkan salah satu tantangan utama: rendahnya kesadaran ibu hamil memeriksakan kehamilan ke puskesmas atau posyandu. Banyak yang memilih dokter spesialis di rumah sakit, meskipun layanan dasar di puskesmas sebenarnya gratis.
Target Intervensi Capai Ratusan Ribu Warga
TPPS Kota Batam menargetkan intervensi pada:
- 24.262 ibu hamil
- 24.284 anak usia bawah dua tahun
- 43.593 balita
- 95.226 remaja putri
- 4.828 calon pengantin
- 480.019 rumah tangga
Pemerintah telah memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri sebagai langkah konkret. Namun tingkat kepatuhan masih menjadi tantangan tersendiri.
Pemerintah Perlu Mengedukasi Warga Lewat Media Visual di Tempat Umum
Wakil Wali Kota Batam mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membuat video kampanye pencegahan stunting yang akan menampilkannya di tempat umum dan fasilitas layanan masyarakat.
“OPD harus fokus aksi nyata, seperti membuat video edukasi yang menyentuh langsung masyarakat,” kata Novi.
Angka di Batam Terus Menurun
Hingga 2024, jumlah balita stunting di Batam tercatat 840 anak atau 1,28 persen. Angka ini menunjukkan tren penurunan selama empat tahun berturut-turut. Namun wilayah Sagulung dan Batam Kota masih menjadi titik perhatian karena jumlah kasusnya lebih tinggi dari kecamatan lain.
Pemkot Batam meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat akan mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.
Sumber: Antara