Katanya kalau NIK benar, maka sertifikat akan muncul di aplikasi itu.
Saya download, saya cari-cari, ternyata tak ada.
Kembali saya telepon si Capten Corona Batam itu, minta petunjuk atau arahan.
Saya diminta menghubungi 119 dengan ext 9.
Di nomor itu saya berbicara dengan operator. Dia minta Nama lengkap dan NIK dan nomor telepon yang didaftarkan pada saat vaksin.
Dia juga bertanya dimana tempat vaksin dan kapan vaksinnya.
Setelah saya jawab, tak lama operator menyampaikan bahwa ada kesalahan dalam penginputan nomor telepon saat pelaksanaan vaksin. itu yang mengakibatkan sertivikat tak terkirim ke saya.
Operator kembali meminta nomor telepon saya yang dapat menerima SMS, tujuannya agar nomor yang salah bisa direvisi.
Tak sampai 2×24 jam, sertifikat vaksin saya yang pertama dan yang kedua dikirim melalui SMS.
Initinya jangan panik saat tidak menerima sertifikat vaksin, kemungkinan ada kesalahan petugas saat menginput nomor telepon kita.
maklum saja ada ratusan data yang harus diinputnya pada saat itu, jadi harap dimaklumkan.
Ingat,jika sertivikat tak dikirim, segera download aplikasi PeduliLindungi, cari di sana dulu, kalau tetap tidak ada, telepok 119 dengan ext 9. Mudah-mudahan diberi kemudahan.
Tapi ingat jangan ngaku-ngaku ya, belum vaksin ngaku sudah … nggak bakalan keluar sertifikat tu.(bosanto)
