Batamclick.com, Batam – Upaya mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional menjadi fokus Seminar UMKM bertema “Pembinaan UMKM Terkait Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan” di Hotel Aston Nagoya Thamrin, Batam, Sabtu (7/11/2026).
Seminar tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang dialog bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan kendala dan aspirasi dalam mengembangkan usaha.
Hadir sebagai narasumber, Anggota DPR RI Dapil Kepri yang juga anggota Komisi VI DPR RI Mayjen TNI (Purn) Sturman Panjaitan, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Mochamad Rizalu Akbar, serta pemilik Isna Puring yang juga pelaku ekspor UMKM Isnawati.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memanfaatkan peluang ekspor. Sektor pertanian dan kehutanan dinilai memiliki potensi besar menjadi produk unggulan yang bersaing di pasar global.
Pelaku usaha juga dibekali pemahaman soal persiapan ekspor, mulai dari peningkatan kualitas dan standar produk, legalitas usaha, pemenuhan persyaratan ekspor, hingga strategi pemasaran dan perluasan jaringan perdagangan internasional.
Sesi dialog menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pelaku UMKM diberi kesempatan menyampaikan kendala secara langsung kepada perwakilan DPR RI dan Kemendag, agar menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan dan program pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Salah satunya Isnawati, pemilik Isna Puring. Ia membagikan pengalaman merintis usaha kerajinan eceng gondok sejak 2013 di Batam. Tanaman yang semula dianggap gulma diolah menjadi keranjang, tas, pot bunga, furnitur, hingga dekorasi rumah yang ramah lingkungan.
Usahanya juga memberdayakan masyarakat lokal, termasuk mantan warga binaan dan penyandang disabilitas.
“Eceng gondok yang dianggap gulma ternyata bernilai ekonomi tinggi jika diolah dengan kreativitas. Melalui Isna Puring, kami ingin menghadirkan produk ramah lingkungan sekaligus membuka kesempatan masyarakat lokal untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Produk Isna Puring kini telah menembus pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Turki, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Capaian itu menunjukkan produk lokal mampu bersaing global jika didukung kualitas dan inovasi.
Meski demikian, Isnawati menilai pelaku UMKM tidak hanya butuh pelatihan, tetapi juga dukungan nyata.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sosialisasi, tetapi jadi jembatan menyampaikan persoalan langsung. Kebutuhan kami bukan hanya pelatihan, tapi akses permodalan, kemudahan izin, pemasaran, pendampingan, dan akses pasar,” tuturnya.
Batam sebagai wilayah strategis di jalur perdagangan internasional dinilai memiliki peluang besar mendorong pertumbuhan UMKM berorientasi ekspor. Namun, peluang itu harus diimbangi peningkatan kualitas produk, kesiapan SDM, kemudahan informasi, serta pembinaan berkelanjutan.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha, sehingga aspirasi UMKM tidak berhenti di forum, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
