PJS Menuju Dewan Pers, Apresiasi pada Pemprov Kepri dan BP Batam

BATAM – Sebuah agenda nasional tak pernah selesai hanya ketika panggung dibongkar dan para peserta meninggalkan ruangan. Ada kerja panjang, kepercayaan, dan kebersamaan yang membuat sebuah perhelatan layak dikenang. Bagi keluarga besar Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Batam menyimpan cerita itu.

,Kota ini menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS. Dua agenda besar tersebut berlangsung di Asrama Haji Batam dan menandai babak penting dalam perjalanan organisasi wartawan media siber itu.
‎
‎Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melantik jajaran pengurus DPP PJS. Kehadirannya menjadi salah satu penanda penting bagi organisasi yang tengah memperkuat konsolidasi dan menata langkah menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers.
‎
‎Di balik terselenggaranya agenda tersebut, ada kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak. Panitia pelaksana bersama pengurus PJS Kepulauan Riau dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS Batam bekerja mempersiapkan kegiatan hingga seluruh rangkaian acara terlaksana.
‎
‎Ketua Panitia Rakernas III PJS, Budiono, menyebut keberhasilan itu tidak mungkin dicapai hanya dengan mengandalkan tenaga panitia. Dukungan pemerintah daerah, instansi vertikal, dan kalangan swasta ikut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan.
‎
‎Ia menyampaikan apresiasi kepada BP Batam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Kabupaten Karimun, Pemerintah Kabupaten Lingga, Bea Cukai Batam, Dinas Pariwisata, serta sejumlah pihak swasta yang telah memberikan bantuan dan fasilitas.
‎
‎”Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Rakernas III dan pelantikan Pengurus DPP PJS di Kota Batam,” ujar Budiono.
‎
‎Bagi Budiono, dukungan tersebut bukan semata-mata bantuan untuk menyukseskan sebuah acara. Ada kepercayaan yang diberikan kepada PJS Kepulauan Riau untuk menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Kepercayaan itulah yang, menurut dia, patut dijaga dan dikenang.
‎
‎Ia berharap seluruh kontribusi yang diberikan berbagai pihak menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi. Terlebih bagi panitia dan pengurus PJS di Kepulauan Riau yang telah mendapat kesempatan membawa agenda nasional tersebut ke Batam.
‎
‎”Mudah-mudahan segala bentuk bantuan, dukungan, dan kebaikan yang telah diberikan kepada kami menjadi catatan sejarah yang tidak terlupakan. Batam telah menjadi saksi terselenggaranya agenda nasional PJS, dan kami sangat menghargai kepercayaan serta dukungan seluruh pihak,” katanya.
‎
‎Namun, bagi PJS, keberhasilan menggelar Rakernas III bukanlah garis akhir. Setelah agenda di Batam, organisasi itu telah menyiapkan pekerjaan berikutnya. DPP PJS merencanakan Musyawarah Nasional (Munas) III sekaligus peringatan hari ulang tahun ke-4 PJS pada Juli 2027 di Jakarta.
‎
‎Agenda tersebut akan menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mematangkan persyaratan menuju status sebagai organisasi konstituen Dewan Pers.
‎
‎Perjalanan menuju pengakuan itu tentu tidak cukup ditempuh dengan menyelenggarakan rapat dan pelantikan. PJS perlu membuktikan kapasitas kelembagaan, memperkuat profesionalisme anggotanya, serta memastikan wartawan yang bernaung di dalamnya bekerja sesuai prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.
‎
‎Di tengah pertumbuhan media siber yang semakin cepat, tantangan pers bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi. Akurasi, independensi, kompetensi, dan tanggung jawab kepada publik justru menjadi ukuran yang menentukan kepercayaan masyarakat terhadap media.
‎
‎Karena itu, konsolidasi organisasi semestinya berjalan seiring dengan peningkatan kualitas wartawan. PJS memiliki pekerjaan besar untuk memastikan cita-cita menjadi bagian dari konstituen Dewan Pers tidak berhenti sebagai target administratif, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata.
‎
‎Rakernas III di Batam telah berlalu. Namun, pekerjaan rumah organisasi masih terbentang. Dukungan berbagai pihak yang mengiringi penyelenggaraan kegiatan itu menjadi modal moral untuk melanjutkan perjalanan.
‎
‎Batam mungkin hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah agenda nasional. Tetapi bagi keluarga besar PJS, kota ini akan dikenang sebagai salah satu persinggahan penting dalam perjalanan membangun organisasi dan memperjuangkan pers yang lebih profesional, berintegritas, serta kompeten.***

Exit mobile version