Kemenhub-KBRI Malaysia perkuat perlindungan pelaut di perbatasan

Batamclick.com,
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Malaysia memperkuat upaya perlindungan pelaut Indonesia terutama di perbatasan antara Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dan perairan Malaysia.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Sindu Rahayu mengatakan Malaysia masih menjadi salah satu negara tujuan utama pelaut Indonesia karena tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor pelayaran dan maritim.

“Malaysia merupakan salah satu negara tujuan kerja utama untuk pelaut Indonesia, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan persoalan untuk hak kewajiban pelaut dan keselamatan kerja,” kata Sindu Rahayu di Batam, Kamis.

Selain itu, ia menyampaikan kerap ditemukan kapal berbendera Indonesia yang memasuki perairan Malaysia, dan masih belum memenuhi ketentuan keselamatan maupun administrasi.

Maka dari itu, pihaknya bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub menginisiasi lokakarya untuk memberi pemahaman mengenai keselamatan berlayar, kepatuhan terhadap regulasi maritim, serta pencegahan permasalahan kapal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia seperti di Batam.

Sindu mengharapkan lokakarya tersebut dapat meningkatkan kesadaran peserta terhadap keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap ketentuan maritim, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memicu permasalahan atau penahanan kapal Indonesia di Malaysia.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kemenhub Samsuddin mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi referensi dalam meningkatkan perlindungan pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di negara lain.

“Fokus workshop ini adalah perlindungan awak kapal. Bukan hanya di Malaysia, tetapi juga bagi pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai negara. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ingin memastikan perlindungan diberikan sejak sebelum keberangkatan hingga selama mereka bekerja,” ujarnya.

Ia mengakui hingga kini pemerintah masih menerima berbagai pengaduan dari awak kapal maupun asosiasi pelaut terkait persoalan yang dihadapi pelaut Indonesia di luar negeri.

Menurut dia, perlindungan tersebut dimulai dengan memastikan pelaut berangkat melalui prosedur resmi, menggunakan jalur yang sah, dan melalui perusahaan penempatan atau manning agency yang memiliki izin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam Takwim M Masuku mengatakan Batam memiliki posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Batam memiliki posisi yang strategis dalam mendukung kelancaran transportasi laut, pelayanan kapal dan perlindungan terhadap pelaut Indonesia,” katanya.

Ia berharap workshop tersebut menjadi wadah efektif untuk memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan pelayanan di bidang perkapalan.

“Kedekatan geografis dan tingginya aktivitas pelayaran di wilayah Batam menjadikan perlindungan pelaut serta pencegahan permasalahan kapal sebagai isu yang krusial. Kami menyambut baik workshop ini sebagai upaya bersama antara negara tetangga,” katanya.

Sumber, Antara

Exit mobile version