BATAMCLICK. COM: Progres pembangunan masjid Bandara Hang Nadim Batam yang berbentuk Tanjak sudah mencapai sekitar 40 persen.
Kerangka bangunan yang terletak di sebelah kanan pintu masuk atau tak jauh dari Tugu Elang itu sudah berdiri kokoh.
Pantauan batamclick di lokasi, pembangunan masjid ini melibatkan ratusan pekerjaan.
Meski baru kerangka, namun sudah terlihat jelas bentuk tanjak yang menjadi bentuk dari masjid tersebut.
Tanjak adalah topi atau penutup kepala lelaki Melayu.
Tanjak merupakan salah satu aksesoris pakaian untuk lelaki di Melayu, tanjak digunakan pada bagian kepala sebagai simbol masyarakat Melayu.
Tanjak memiliki lambang kewibawaan dikalangan masyarakat Melayu,semakin tinggi dan kompleks bentuknya akan menunjukkan semakin tinggi pula status sosial sipemakainya.
Tanjak biasanya digunakan lelaki saat ingin pergi keluar, layaknya sebuah songkok.
Sementara itu, Kepala BP Batam, HM Rudi menjelaskan, Tanjak Melayu dipilih sebagai konsep Desain Arsitektur Masjid Bandara Hand Nadim Batam karena merupakan simbol Kewibawaan dan Keagungan Masyarakat Melayu.
Masjid dengan luas bangunan 4.983 m2 ini dibangun dilahan seluas 15.100 m2 dan mampu menampung sekitar 1250 jemaah.
Harapannya Masjid ini mampu menjadi daya tarik wisatawan.
Ia menjelaskan, pembangunan masjid dilakukan di atas bukit agar dapat menghemat listrik.
Kata dia, jika masjid berada di atas maka udara akan lebih segar.
“Kalau masjid di atas anginnya akan banyak dan masjid akan terbuka, dengan begitu listrik akan berkurang,” paparnya.
Saat ini lanjutnya, BP Batam juga sedang melakukan pembenahan di seluruh sisi Bandara Hang Nadim.
Kawasan Bandara Hang Nadim lanjutnya kedepan tidak hanya untuk turun naik pesawat tapi ada juga kegiatan industri dan lainnya.
“Saat ini hanya ada satu terminal ke depan akan jadi dua dan landasan juga akan ada dua. Sementara cargo sudah kita pindahkan ke tempat yang lebih besar,” jelasnya. (bos)
