Batamclick.com, Batam – Pertamina bersama Disperindag kota Batam dan Pengamat Ekonomi kota Batam melaksanakan dialog dengan tema Bincang bincang Energi Negeri, bertempat di Hotel Beverly, Lubuk Baja, Batam, Senin (14/03/2022).

Sales Area Manager Kepri Fachrizal Imaduddin mengatakan Kegiatan hari ini pembahasan tentang energi. Ini merupakan sinerginya Pemerintah kota Batam dengan Pertamina. Bagaimana caranya agar dapat memberikan BBM subsidi sesuai dengan peruntukkannya.

” Hanya saja pihaknya melihat harus ada yang di update, sehingga konsumen penggunanya tidak lagi memiliki kesempatan untuk bermain curang,” ungkap Fachrizal.

Lanjut Dijelaskan Fachrizal, maka dari itu kita lakukan pengawasan bersama turun ke lapangan dan ternyata ada oknum yang melakukan pembelian berulang dan memiliki kartu lebih dari satu.

” Setelah kita evaluasi, sehingga diperlukan register ulang Fuel Card di kota Batam, ini merupakan inpect positif kita untuk memberikan energi yang berkeadilan untuk masyarakat,” jelas Fachrizal.

Sehingga kita bisa menemukan konsumen yang sesuai dengan penggunaannya sesuai peruntukkannya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang mampu, belilah bahan bakar sesuai untuk jenis kendaraannya.

Untuk kota Batam memiliki visi yaitu global Batam lebih maju dan lebih sehat dengan menyediakan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Sementara Kadis Disperindag kota Batam, Gustian Riau mengatakan kepada masyarakat kota Batam segera urus kartu Brizzy.

” Buat konsumen yang memiliki kartu Brizzy untuk segera registrasi ulang mulai dari tanggal 01 Maret hingga 30 Maret 2022,” ungkap Gustian.

Lanjut Gustian, untuk target kartu sebanyak 6500 kendaraan, tetapi kemungkinan akan turun. Kelebihan kartu yang baru ini hanya berfungsi untuk solar saja.Berbeda dengan kartu sebelumnya Brizzy bisa dipakai untuk bebagai transaksi seperti tol dan lainnya.

” Sekarang namanya Fuel Card bukan Brizzy lagi, dan kegunaannya Fuel Card untuk pembelian bahan bakar Solar saja tidak untuk transaksi lain,” terang Gustian.

Ditempat yang sama, Rafki Rasyid selaku pengamat Ekonomi kota Batam memgatakan perubahan Brizzy menjadi Fuel Card ini merupakan sesuatu yang baru, kita berharap Pemko Batam dapat mengantisipasi penolakan atau hal yan lainnya.

” Saya yakin semua itu sudah diantisipasi, ungkap Rafki yang juga ketua Apindo kota Batam.

Kita berharap penyaluran distribusi BBM di kota Batam semakin baik dan tepat sasaran.
Semoga tidak adalagi kelangkaan terhadap BBM di kota Batam.

Kemudian untuk kuota yang diberikan pengguna Fuel Card perhari sebanyak 30 Liter, agar terus dikaji sehingga tidak ada permainan.

” Dan kita berharap agar terus ada kajian setiap bulannya serta melibatkan perguruan tinggi berapa kuota yang tepat untuk perharinya,” tegas Rafki.

” Kita optimis,karena niatnya kan baik semua ini dilakukan untuk memperbaiki distribusi BBM terhadap konsumen agar tepat sasaran,” tutur Rafki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *