Batamclick.com, Batam – Untuk memperluas implementasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan memperkenalkan inovasi digitalisasi sistem pembayaran, Bank Indonesia menyelenggarakan program unggulan “QRIS Jelajah Indonesia” dengan tagline “Jelajah Indonesia Makin Praktis Pakai QRIS”.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Adidoyo Prakoso, menyampaikan hal ini melalui rilis pers pada Kamis (11/07/2024).
“Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi yang mengharuskan peserta menyelesaikan berbagai misi untuk mengeksplorasi inisiatif digitalisasi Bank Indonesia sekaligus menjelajahi berbagai spot menarik di daerah yang ditentukan,” ungkap Adidoyo.
Peserta QRIS Jelajah Indonesia juga akan membuat konten digital kreatif untuk menyebarkan informasi kebijakan yang diterbitkan Bank Indonesia dan pemerintah daerah.
Adidoyo menyatakan, QRIS Jelajah Indonesia diselenggarakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPWDN) Bank Indonesia.
“Khusus untuk Kepulauan Riau (Kepri), QRIS Jelajah Indonesia berlangsung dari tanggal 7 hingga 21 Juli 2024 di Kota Batam dan diikuti oleh 61 peserta yang tergabung dalam 21 kelompok,” terang Adidoyo.
Peserta diberikan misi untuk meningkatkan jumlah pengguna dan transaksi QRIS, kampanye Cinta Bangga dan Paham Rupiah, sosialisasi Pelindungan Konsumen, serta edukasi terkait Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB).
Dengan peserta dari kalangan generasi muda, QRIS Jelajah Indonesia diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem sistem pembayaran melalui perluasan akseptasi pembayaran digital secara kreatif dan inovatif.
Sebagai informasi, pada tahun 2023, frekuensi transaksi QRIS di Kepri mencapai 16,14 juta transaksi dengan nominal Rp2,31 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2024, telah tercatat 11,5 juta transaksi dengan nilai Rp2,47 triliun. Transaksi QRIS di Kepri didominasi oleh pelaku UMKM di Kota Batam, yang mencapai 80% dari total transaksi.
Dalam penyelenggaraan QRIS Jelajah Indonesia, Bank Indonesia Kepri bersinergi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, serta Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA).
Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem dan implementasi kebijakan sistem pembayaran, serta meningkatkan literasi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.