Batamclick.com,
Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru Polibatam mencapai sekitar 3.500 orang. Jika digabungkan dengan mahasiswa dari angkatan sebelumnya, total mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus vokasi tersebut kini sekitar 13 ribu orang.
Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pendidikan vokasi di Batam, terutama karena kota industri ini terus membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Namun, Polibatam tidak hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Bambang mengatakan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di industri sebelum menyelesaikan pendidikan. Program magang menjadi bagian dari pola pembelajaran yang diterapkan kampus.
Setiap mahasiswa tingkat akhir, kata dia, mendapatkan kesempatan mengikuti program magang selama dua semester atau sekitar satu tahun, dengan penempatan yang disesuaikan dengan program studi masing-masing.
“Jadi itu salah satu program yang kami lakukan. Setiap tahun ada magang sebelum lulus,” ujarnya.
Program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui bagaimana ilmu yang dipelajari digunakan dalam lingkungan kerja sebenarnya.
Belajar dari Masalah Industri
Pengalaman mahasiswa dengan dunia industri bahkan tidak selalu dimulai ketika mereka memasuki masa magang. Sebelum itu, mahasiswa telah dilibatkan dalam sejumlah proyek pembelajaran yang berhubungan dengan kebutuhan industri.
Bambang menjelaskan, Polibatam menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Sebagian proyek pembelajaran berasal dari persoalan atau kebutuhan yang diusulkan industri, kemudian dikerjakan mahasiswa di lingkungan kampus.
“Jadi sebelumnya pun ada interaksi dari beberapa kegiatan project-based learning. Pembelajarannya berbasis dari program yang diusulkan oleh industri, kemudian dikerjakan di kampus,” kata dia.
Pola tersebut membuat hubungan kampus dan industri tidak hanya terjadi ketika mahasiswa menjalani magang. Dunia usaha juga dapat ikut memberi gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Mahasiswa kemudian mengasah kemampuan mereka melalui proyek sebelum benar-benar masuk ke lingkungan perusahaan. Pada tingkat akhir, mereka kembali berhadapan langsung dengan dunia kerja melalui program magang.
“Mahasiswa terlibat langsung di industri setiap tahun. Sekarang mahasiswa tingkat akhir sudah disebarkan untuk magang selama dua semester,” ujar Bambang.
Sumber, Batam Pos
