Inflasi Kepri Masih Terkendali, Gubernur Ansar Ahmad Perkuat Kesiapan Jelang Idul Fitri

Inflasi Kepri masih terkendali menurut Mendagri Tito Karnavian. Gubernur Ansar Ahmad menegaskan kesiapan daerah menghadapi Idul Fitri serta menjaga stabilitas harga.
Inflasi Kepri masih terkendali menurut Mendagri Tito Karnavian. Gubernur Ansar Ahmad menegaskan kesiapan daerah menghadapi Idul Fitri serta menjaga stabilitas harga.

Inflasi Kepri masih terkendali ketika Ansar Ahmad bersama Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, mendampingi Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, memimpin rapat koordinasi nasional terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah.

Rapat tersebut juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan penyediaan tiga juta rumah serta strategi pengendalian inflasi nasional.

Inflasi Nasional Naik, Namun Masih Terkendali

Dalam arahannya, Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen, meningkat dibandingkan periode Desember–Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.

Meski demikian, pemerintah pusat tetap menargetkan inflasi nasional berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen.

Menurut Tito, kenaikan inflasi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.

“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, tetapi dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat pada kelompok desil satu hingga empat,” ujar Tito.

Ia menjelaskan bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan angka 16,66 persen, termasuk kenaikan harga emas yang dipengaruhi situasi global.

Inflasi Kepri Masih Stabil

Meski inflasi nasional meningkat, Tito menilai kondisi inflasi di Kepulauan Riau masih berada pada level yang terkendali.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kepri tercatat sebesar 0,7 persen, sedangkan inflasi daerah berada di angka 3,54 persen.

Komoditas yang memberikan kontribusi inflasi di daerah tersebut antara lain emas perhiasan serta angkutan udara.

Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Nasional

Selain inflasi yang stabil, kinerja ekonomi Kepulauan Riau juga menunjukkan tren yang sangat positif.

Tito menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen, sedangkan Kepri mampu mencapai 7,89 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti juga mengapresiasi capaian tersebut karena sebagian besar kabupaten dan kota di Kepri mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional.

“Selamat kepada Pak Gubernur atas kinerja pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau,” ujar Amalia.

Ansar Perkuat Sinergi Jelang Idul Fitri

Menanggapi hal tersebut, Ansar Ahmad menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kepri akan terus memperkuat pengendalian inflasi serta meningkatkan kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

“Kita bersyukur inflasi Kepulauan Riau masih terkendali dan pertumbuhan ekonomi kita juga berada di atas rata-rata nasional,” ujar Ansar.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan kabupaten dan kota, Forkopimda, serta instansi terkait agar stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga.