Batamclick: Antonio Conte memuji betul manajemen Tottenham Hotspur dalam membangun brand klub ini. Tapi, alangkah bagusnya jika itu disertai trofi juara.
Tottenham memang sudah masuk dalam jajaran klub besar Inggris sedekade terakhir. Chairman Daniel Levy mampu menyulap Tottenham sebagai kekuatan baru yang mengusik persaingan Big Four tradisional.
Jika di Manchester ada Manchester City yang muncul sebagai kekuatan sejak kedatangan Sheikh Mansour, maka London punya Tottenham yang punya fasilitas kelas satu sebagai klub. Stadion canggih berkapasitas 60 ribu tempat duduk, Tottenham Hotspur stadium, dibangun menggantikan White Hart Lane.
Lalu, fasilitas pusat latihannya pun juga modern. Bahkan Levy berani membayar mahal untuk manajer-manajer Tottenham seperti Jose Mourinho dan kini Antonio Conte. Tottenham kini ada di urutan ke-10 tim sepakbola dengan valuasi tertinggi di dunia versi Forbes, yakni senilai 2,5 miliar dolar AS.
Banyak pemain top juga didatangkan dalam beberapa musim terakhir dan Tottenham berani menolak tawaran wah untuk Harry Kane musim panas lalu. Ini jadi bukti Tottenham bukan mainan klub-klub besar seperti City atau Manchester United.
Namun, bicara prestasi, Tottenham jelas tertinggal jauh, terutama dari klub London lain macam Chelsea atau Arsenal. Bahkan dibandingkan dengan Leicester City, prestasi Tottenham tidak ada apa-apanya.
Tottenham terakhir kali merebut trofi yakni Piala Liga Inggris 2008 dan itulah yang ingin Conte perbaiki di klub ini. Manajer asal Italia itu baru saja digaet menggantikan Nuno Espirito Santo dan ditugaskan untuk membangkitkan klub tersebut.
Tottenham kini hanya perlu trofi juara untuk membuktikan kapabilitas dan statusnya sebagai raksasa Inggris.