Perampok yang Lukai Pak RW di Bengkong Masih Remaja (PENGAKUAN KORBAN)

BATAMCLICK.COM: Jasman Piliang, salah seorang korban rampok dengan modus kempes ban, langsung mengaku bersyukur, karena meski temannya terluka, namun nyawa mereka selamat, dan uang sejumlah Rp177 juta yang mereka bawa juga selamat dari digondol rampok.

Jasman yang juga wartawan itu menceritakan kronologis kejadian itu dnegan detail kepada Batamclik.

Menurutnya, pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, ia bersama dua temannya, baru saja mengambil uang senilai Rp177 juta di Bank Riau Kepri, Sei Panas, Batam.

“Itu uang Pokja semenisasi jalan di lingkungan perumahan kami,” ungkap Jasman melalui salbungan telepon.

Di Struktur Kelompok Kerja itu, Jasman sebagai bendahara, sedangkan Ketuanya adalah Ketua RW yang juga sekuriti salah satu bank, dan teman satunya lagi merupakan sekretaris.

“Jadi setelah uang diambil, ada perasaan tidak enak dan takut, jadi saya minta Pak RW ikut sama saya, naik mobil saya, mobil Pak RW ditinggal di parkiran Bank Riau, sedangkan sekretaris, karena dia jualan, dia pulang duluan pakai motor,” ungkap Jasman.

Di pertengahan jalan, Mobil Grand Vitara Jasman jalan perlahan, terlebih di hampir setiap ruas jalan menuju Bengkong terjadi kemacetan.

“Dah mau masuk ke Bengkong Sadai, saya rasa ban sebelah kiri belakang seperti kempes. tapi karena saya curiga, mobil terus saja saya bawa,” ujarnya.

Tiba diseputaran Kantor Camat Bengkong, Jasman melihat ada sejumlah orang sedang nongkrong-nongkrong di pinggir jalan.

“Saya fikir mereka warga apa lagi di dekat situ ada pasar,” sebutnya.

Jasman pun meminggirkan mobilnya dan bersiap untuk turun mengganti ban.

“Pak RW langsung bilang, Cepat bawa duitnya, taruh di bagasi, timpa dengan ban serep, terus tutup lagi bagasinya,” jelas Jasman.

Hal itu dikerjakannya. Selanjutnya, oleh Pak RW, Jasman disuruh memantau di pinggir jalan, kalau-kalau ada orang yang datang mau merampok mereka, sementara Pak RW berusaha membuka ban mobil.

Setelah semua baut ban mobil terbuka, jasman dipanggil untuk bantu mengangkat ban mobil tersebut.

Nah, pada saat itulah Pak Rw mendengar seperti ada orang yang membuka pintu mobil.

‘Langsung Pak RW lihat ke samping kanan, ternyata benar, ada anak remaja yang sudah masuk ke mobil, bongkar-bongkar mobil dari pintu depan, badannya masuk ke mobil, kakinya masih di luar,” cerita Jasman.

Melihat hal tersebut, Pak RW pun langsung menarik kaki remaja itu dan menggenggam kerah baju belakangnya.

Tapi remaja itu langsung keluarkan pisau, dan hendak menyabet perut Pak RW.

“Untung tak kena, hanya tasnya aja yang kena, setelah itu, remaja itu kembali melibas-libaskan pisaunya, sehingga kena pipi Pak RW,” sebut Jasman.

Setelah pipinya luka dan darah banyak keluar, menurut Jasman, Pak RW pitam dan nyaris pingsan.

“Saat itulah saya baru dengan Pak RW teriak rampok-rampok, saya kejar, remaja itu lari ke arah kawannya yang menunggu di sebrang jalan, terus mereka kabur,” sebutnya.

Jasman mengatakan, tidak ada seorang pun warga yang membantu mereka, padahal ia dan Pak RW sudah teriak minta tolong.

“Yang ngejar rampok itu pun tak ada, tak tahu lah, mungkin karena lihat dia bawa pisau, warga jadi tak ada yang berani mendekat,” lanjutnya.

Kedua begundal itu berhasil kabur dengan menggunakan sepeda motor Vario abu-abu, sedangkan Jasman sibuk menahan luka sayatan di pipi Pak RW yang banyak mengeluarkan darah.

“Bukan ringan, tapi robek pipinya,” sebut Jasman.(bos)

BERITA SEBELUMNYA

Exit mobile version