Batamclick.com,
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, memastikan kondisi pariwisata Batam tetap aman dan kondusif di tengah mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas di pelabuhan.
Menurutnya, aktivitas pariwisata berjalan normal dan tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
“Secara riil Batam aman dan kondusif. Destinasi wisata tetap ramai dikunjungi, dan target wisman kita tetap berjalan,” ujarnya, Rabu (1/4).
Ardiwinata menjelaskan, seluruh layanan di pintu masuk internasional yang tergabung dalam CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Otoritas Pelabuhan—tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Ia menegaskan, dugaan pungli tersebut merupakan ulah oknum dan telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Ini tidak mencerminkan sistem secara keseluruhan. Pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Dari sisi data, kinerja sektor pariwisata Batam justru menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 1.613.202 orang, melampaui target 1,5 juta kunjungan.
Memasuki 2026, tren tersebut masih berlanjut. Pada Januari tercatat 126.620 kunjungan, meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari atau tumbuh 3,70 persen secara bulanan.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan juga cukup signifikan. Februari 2025 mencatat 104.684 kunjungan, sehingga terjadi kenaikan 25,43 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman Januari hingga Februari 2026 mencapai 257.928 orang, dengan pertumbuhan mencapai 77,63 persen.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga cukup besar, yakni sekitar 24 persen yang berasal dari sektor hotel, restoran, dan hiburan.
Pemerintah Kota Batam, lanjut Ardiwinata, akan terus mendorong penguatan sektor ini, termasuk melalui pengembangan wisata berbasis MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) guna meningkatkan lama tinggal serta belanja wisatawan.
“Intinya Batam tetap aman dan ramah bagi wisatawan. Silakan datang dan nikmati berbagai destinasi yang ada,” ajaknya.
Di sisi lain, sejumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam mengaku tidak terpengaruh dengan isu tersebut. Mereka bahkan tetap merasakan pelayanan yang baik selama berada di Batam.
Zachary, wisatawan asal Singapura, mengaku tidak pernah mengalami kendala sejak tiba di Batam.
“Semua lancar dan orang-orangnya ramah,” ujar Zach.
Ia menilai, keramahan masyarakat Batam menjadi nilai lebih yang membuat wisatawan merasa nyaman. Mulai dari petugas, pengemudi, hingga pelaku usaha dinilai bersikap terbuka terhadap wisatawan.
“Di mana pun pasti ada oknum. Tapi jangan sampai itu membuat orang ragu datang ke Batam. Tempatnya bagus, orang-orangnya juga baik,” katanya.
Hal serupa disampaikan Azmi, wisatawan asal Kedah, Malaysia. Ia bersama rombongannya mengaku mendapat pelayanan yang baik sejak tiba di Pelabuhan Harbour Bay.
“Petugasnya ramah dan membantu. Kami tidak ada masalah,” ujarnya.
Bahkan, rombongan tersebut telah merencanakan perjalanan wisata selama beberapa hari di Batam hingga Tanjungpinang.
Dengan kondisi yang tetap aman, pelayanan yang terjaga, serta dukungan dari wisatawan, Batam kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi yang nyaman dan layak dikunjungi.








