Warganya Dikeroyok di Polda Metro Jaya, Mualem Berang

Kecaman Gubernur Aceh Muzakir Manaf atas pengeroyokan di Polda Metro Jaya menyoroti pentingnya penegakan hukum tegas dan perlindungan korban.
Kecaman Gubernur Aceh Muzakir Manaf atas pengeroyokan di Polda Metro Jaya menyoroti pentingnya penegakan hukum tegas dan perlindungan korban.

Kecaman Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengemuka setelah insiden pengeroyokan terhadap seorang warga Aceh terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian luas, karena berlangsung di tempat yang seharusnya menjadi simbol perlindungan hukum.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan kecaman keras atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan itu tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

“Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini,” tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima di Banda Aceh.

Menjenguk Korban, Menguatkan Solidaritas

Kecaman itu tidak hanya disampaikan lewat pernyataan. Mualem juga langsung menjenguk korban bernama Faisal Amsco yang tengah menjalani pemulihan di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin malam (30/3).

Kunjungan tersebut menunjukkan kepedulian sekaligus dukungan moral kepada korban. Dalam suasana penuh empati, Mualem memastikan bahwa korban tidak merasa sendiri menghadapi kasus ini.

Ironi Kekerasan di Rumah Penegak Hukum

Insiden pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (26/3) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya, saat korban menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.

Fakta bahwa peristiwa tersebut berlangsung di dalam kantor polisi membuat Mualem merasa sangat kecewa. Ia menilai kejadian itu mencederai rasa keadilan publik.

“Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan,” ujarnya dengan nada tegas.

Desakan Tegas kepada Kapolri

Lebih jauh, Mualem meminta Kapolri untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, semua pihak yang terlibat harus diproses, baik pelaku lapangan, aktor intelektual, maupun oknum aparat jika terbukti terlibat.

“Kami mengharapkan kepada Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Menindak tegas para pelaku dan tokoh intelektual serta oknum aparat yang turut terlibat,” katanya.

Ancaman terhadap Kepercayaan Publik

Selain menyoroti aspek hukum, Mualem juga mengingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak serius dapat berdampak luas. Ia menilai kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh, bisa menurun terhadap institusi kepolisian jika kasus ini tidak ditangani secara transparan dan adil.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya proses hukum yang terbuka dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Perlindungan Korban dan Saksi Jadi Prioritas

Di sisi lain, Mualem juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi korban dan para saksi. Ia meminta aparat memastikan keamanan mereka selama proses hukum berlangsung.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak tokoh-tokoh Aceh di Jakarta untuk turut mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami juga meminta agar tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan apabila tidak dituntaskan,” pungkasnya.

Harapan Akan Keadilan yang Tegak

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan harus hadir di mana pun, termasuk di dalam institusi penegak hukum. Melalui kecaman Gubernur Aceh Muzakir Manaf, publik berharap proses hukum berjalan tegas, transparan, dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.