
Peninjauan pelabuhan Batam menjadi langkah nyata Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam memastikan layanan penumpang tetap profesional, tertib, dan bebas dari praktik yang merugikan citra daerah.
Bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, ia turun langsung meninjau aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Centre dan Harbour Bay, Selasa (31/6/2026). Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian dari upaya melihat langsung bagaimana pelayanan berjalan di lapangan.
Sejak tiba di lokasi, keduanya memantau alur pergerakan penumpang, mulai dari kedatangan hingga proses pemeriksaan dokumen perjalanan di keimigrasian.
Menjaga Kelancaran Arus Penumpang di Momen Ramai
Amsakar menegaskan bahwa kelengkapan dokumen perjalanan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas orang di pelabuhan. Oleh karena itu, setiap proses harus berjalan tertib, cepat, dan transparan.
Ia menyadari bahwa tantangan akan semakin besar saat memasuki periode peak season, seperti libur sekolah, akhir tahun, maupun libur keagamaan. Karena itu, kesiapan sistem dan petugas menjadi kunci utama agar pelayanan tetap optimal.
“Kami hadir di sini ingin memastikan dari dekat bagaimana tata kelola pelayanan keimigrasian di kedua pelabuhan ini,” ujarnya.
Komitmen Bersih dari Praktik Negatif
Lebih jauh, Amsakar menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak keimigrasian. Ia ingin memastikan tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencoreng tata kelola pelayanan penumpang.
Menurutnya, setiap potensi masalah di lapangan harus segera diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat dan tepat. Dengan begitu, pelayanan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan publik.
“Saya ingin tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencoreng wajah Batam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” tegasnya.
Evaluasi untuk Perbaikan Layanan
Senada dengan hal tersebut, Li Claudia Chandra menilai bahwa peninjauan ini juga menjadi bagian penting dari proses evaluasi. Ia ingin setiap temuan di lapangan dapat langsung ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan.
Menurutnya, kualitas layanan di pelabuhan internasional harus terus ditingkatkan, karena menjadi pintu utama masuknya wisatawan mancanegara ke Batam.
“Kami bersungguh-sungguh untuk terus membenahi kualitas layanan di pelabuhan internasional yang ada,” ujarnya.
Jaga Kepercayaan Dunia Internasional
Li Claudia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi praktik melawan hukum yang dapat merusak citra Batam di mata dunia internasional. Ia menilai bahwa stabilitas layanan dan integritas petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan tersebut.
Karena itu, seluruh petugas telah diingatkan agar bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku.
“Kami tidak ingin peristiwa yang merugikan nama baik Batam sebagai kota wisata unggulan terulang kembali,” tambahnya.
Pelabuhan sebagai Cermin Wajah Batam
Bagi BP Batam, pelabuhan internasional bukan sekadar tempat keluar-masuk penumpang. Lebih dari itu, pelabuhan merupakan wajah pertama yang dilihat wisatawan ketika tiba di Batam.
Karena itu, melalui peninjauan pelabuhan Batam ini, Amsakar dan Li Claudia ingin memastikan bahwa setiap layanan mencerminkan profesionalisme, kenyamanan, dan kepercayaan.
Dengan langkah nyata tersebut, Batam diharapkan semakin kuat sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus daerah yang ramah bagi wisatawan dan investor.







