Batamclick.com,
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menambah lampu penerangan jalan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, guna mempercantik objek wisata bersejarah tersebut, terutama di malam hari.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pemasangan lampu penerangan di sepanjang jalan utama dari Masjid Raya Sultan Riau hingga Balai Adat itu bertujuan memikat lebih banyak wisatawan datang ke Pulau Penyengat saat malam hari, baik wisawatan lokal maupun mancanegara.
“Kita ingin seluruh jalur utama dipasangi lampu, biar Pulau Penyengat terang benderang menyerupai Shanghai dan Hongkong, tak ada malam harinya,” kata Ansar di Tanjungpinang, Rabu.
Upaya itu, menurut Ansar, wujud komitmen Pemprov Kepri menjadikan Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata religi, budaya serta sejarah yang semakin mempesona dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.
Ansar menyebut sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov Kepri berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat terus menata wajah Pulau Penyengat yang juga sebagai warisan budaya dunia tersebut.
Peningkatan infrastruktur, mulai dari perbaikan lingkungan jalan, lalu pemasangan lampu penerangan hingga penataan kawasan permukiman warga terbukti ampuh mendongkrak kunjungan turis asing, khususnya dari negara tetangga Malaysia dan Singapura, termasuk wisatawan nusantara.
“Alhamudlillah, hampir setiap hari selalu ada wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke Pulau Penyengat. Tentu ikut berdampak terhadap perekonomian warga lokal, terutama pelaku UMKM lokal,” ujar dia.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Kepri Sarafuddin Aluan menjelaskan anggaran pengerjaan penerangan jalan di Pulau Penyengat menggunakan skema non-budget.
Pemasangan ribuan lampu jalan ini murni dari sumbangan pribadi Gubernur Ansar Ahmad untuk menata pulau mungil berpenduduk 1.700 Kepala Keluarga (KK) tersebut.
“Bagi pihak-pihak yang punya rezeki lebih, boleh berdonasi, karena pembangunan daerah tak harus bergantung dengan APBD,” kata Aluan.
Kehadiran lampu gantung berjejer di sepanjang jalan utama Pulau Penyengat itu menjadi pelengkap vital bagi pembangunan akses jalan yang sebelumnya dibiayai oleh Pemerintah Pusat.
Menurut Aluan, sinergi program pusat dan daerah tersebut berhasil mengubah wajah Pulau Penyengat menjadi lebih modern tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya Melayu.
“Tujuan Pak Gubernur, penyengat semakin memikat wisatawan sekaligus menjadi pusat kebudayaan Melayu dunia,” ujar Aluan.
Kini, ketika pengunjung yang datang ke Pulau Penyengat di malam hari, tak perlu khawatir lagi seiring seluruh jalur utama sudah dipasangi penerangan jalan.
Suasana malam yang gemerlap ini memberikan pengalaman baru serta kesan aman bagi para pengunjung berkeliling menikmati suasana malam yang tenang dan indah di Pulau Penyengat.
Pulau Penyengat terletak di seberang pusat ibukota, Tanjungpinang, dengan jarak tempuh sekitar 10-15 menit perjalanan laut, menggunakan pompong atau kapal kayu.
Sumber, Antara
