Dinsos PM Batam evakuasi orang telantar untuk dirawat dan dipulangkan

Batamclick.com,
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengevakuasi orang terlantar yang ditemukan di jalanan untuk direhabilitasi dan dipulangkan ke kampung halaman.

Kepala Dinsos PM Kota Batam Zulkifli Aman saat dihubungi di Batam, Selasa, mengatakan pada Juli pihaknya telah memfasilitasi dua orang telantar untuk pulang ke daerah asal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.

Ia mengatakan hal tersebut setelah menangani kasus terbaru pada Minggu (28/7), dimana ditemukan orang telantar yang sakit di kawasan Cikitsu.

“Pak Wali menelepon saya dan menyampaikan ada orang telantar yang sedang sakit agar segera dijemput, dirawat, dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Hari itu juga langsung kami tindaklanjuti,” katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinsos PM langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevakuasi orang yang sakit atas nama Wahyudi tersebut dengan menggunakan ambulans.

Menurut Zulkifli, petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat proses evakuasi karena yang bersangkutan diduga menderita kusta sehingga perlu penanganan khusus.

“Begitu sampai di RS Badan Pengusahaan Batam, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kami juga membantu menelusuri identitasnya karena KTP yang bersangkutan hilang,” ujarnya.

Melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), identitas Wahyudi berhasil ditemukan dan diketahui sebagai warga Batam.

Ia mengatakan Wahyudi masih dapat berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan memiliki keluarga di Tembilahan, Provinsi Riau.

“Kondisinya saat dievakuasi sangat memprihatinkan. Dua jarinya sudah putus, kemudian kedua kakinya bengkak dan kulitnya mengelupas. Karena itu kami akan menangani hingga sembuh,” katanya.

Ia menambahkan seluruh biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan Wahyudi yang masih berstatus aktif

Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSBP Muhammad Yanto mengatakan diagnosis definitif dari penyakit pasien masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kulit.

“Kondisi pasien saat ini menunjukkan perkembangan yang baik dibandingkan saat pertama kali datang ke rumah sakit. Kami tetap pantau secara intensif,” katanya.

Setelah kondisi kesehatannya pulih, Dinsos PM Batam juga akan memfasilitasi kepulangan Wahyudi dengan membelikan tiket perjalanan, mengantar hingga pelabuhan, serta berkoordinasi dengan keluarganya agar dapat menjemput di daerah tujuan.

Selain menangani orang telantar, Dinsos PM Batam mencatat telah menangani 31 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama Juli 2026, yang terdiri atas enam Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), 21 orang telantar, satu manusia silver, satu pengamen, satu pengemis disabilitas, satu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan satu korban situasi darurat.

Sumber, Antara

Exit mobile version