Ditengah Investor Dunia di Singapura, Dirut PLN Batam Nyatakan Siap Tangani Kebutuhan Data Center

Kwin Fo memaparkan kesiapan listrik PLN Batam untuk mendukung investasi data center, termasuk penguatan kapasitas, energi hijau, dan ekosistem investasi Batam.
Kwin Fo memaparkan kesiapan listrik PLN Batam untuk mendukung investasi data center, termasuk penguatan kapasitas, energi hijau, dan ekosistem investasi Batam.

Kesiapan listrik Batam menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan industri data center di kawasan Asia Tenggara. Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Data Centre World Asia, bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 di Singapura, 29–30 September 2026.

Kwin Fo tampil dalam sesi Regional Dialogue Series – Indonesia yang digelar Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC). Forum bertema “The Race for Southeast Asia’s Data Halls: Can Indonesia Build the Power, the Rules, and the Talent to Win?” itu berlangsung di Data Centre Global Stage, Sands Expo & Convention Centre.

Dalam forum tersebut, Kwin Fo memaparkan kesiapan PLN Batam dalam mendukung pertumbuhan industri data center dan ekonomi digital. Ia menilai kebutuhan listrik akan terus meningkat seiring masuknya investasi digital dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

PLN Batam Siapkan Kapasitas Listrik

Kwin Fo mengatakan PLN Batam terus mempersiapkan sistem kelistrikan untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan energi.

Menurutnya, perusahaan akan menambah kapasitas pembangkitan secara bertahap. PLN Batam akan menyesuaikan pengembangan tersebut dengan pertumbuhan kebutuhan listrik.

“PLN Batam berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Kwin Fo.

Ia menambahkan, kebutuhan data center tidak hanya menuntut pasokan listrik dalam jumlah besar. Industri tersebut juga membutuhkan sistem yang stabil dan mampu mengikuti pertumbuhan beban dalam jangka panjang.

Batam Masuk Radar Investor Data Center

Kwin Fo juga melihat posisi Batam semakin menarik bagi investor global. Letaknya yang dekat dengan Singapura menjadi salah satu keunggulan utama.

Selain itu, Batam memiliki dukungan infrastruktur dan berada dalam kawasan perdagangan bebas. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Batam untuk mengembangkan ekosistem industri digital.

“Batam semakin dikenal investor global. Kedekatannya dengan Singapura dan posisinya sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas memberikan nilai tambah, khususnya bagi investor teknologi dan AI,” katanya.

Karena itu, pengembangan data center di Batam tidak hanya bergantung pada ketersediaan listrik. Pemerintah dan pengelola kawasan juga perlu membangun ekosistem investasi yang mendukung kebutuhan industri.

Perizinan Ikut Menentukan Daya Saing

Dalam kesempatan tersebut, Kwin Fo menyinggung peran BP Batam dalam mendukung investasi di Batam. Wakil Kepala BP Batam turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Kwin Fo, kemudahan dan kecepatan proses investasi ikut menentukan daya saing Batam di tengah persaingan kawasan Asia Tenggara.

“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas. Dukungan BP Batam dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses investasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Batam semakin menarik bagi investor teknologi dan data center,” ujarnya.

Dengan demikian, kebutuhan investor tidak hanya menyangkut lahan dan listrik. Investor juga membutuhkan kepastian proses, infrastruktur pendukung, serta ekosistem bisnis yang mampu bergerak cepat.

Dorong Pemanfaatan Energi Lebih Hijau

PLN Batam juga menyiapkan aspek keberlanjutan seiring berkembangnya industri data center.

Kwin Fo mengatakan pertumbuhan pusat data akan meningkatkan kebutuhan energi. Namun, industri juga mulai menuntut penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau,” katanya.

Karena itu, PLN Batam menyiapkan dua kebutuhan tersebut secara bersamaan. Perusahaan menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap.

Batam dan Persaingan Data Center Asia Tenggara

Data Centre World Asia menjadi salah satu bagian dari Tech Week Singapore 2026. Memasuki edisi ke-12, forum tersebut membahas perkembangan pusat data sebagai salah satu fondasi ekonomi digital.

Kebutuhan terhadap konektivitas, komputasi AI, dan layanan digital terus mendorong pertumbuhan industri data center. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap infrastruktur yang andal, efisien, skalabel, dan berkelanjutan ikut meningkat.

Tech Week Singapore sendiri mempertemukan pelaku industri teknologi, pemimpin bisnis, investor, pembuat kebijakan, serta berbagai pemangku kepentingan dari kawasan Asia.

Dalam forum tersebut, Kwin Fo membawa isu kesiapan energi Batam ke dalam pembahasan persaingan industri data center di Asia Tenggara.

Sementara itu, sesi dialog IDCEC juga mempertemukan operator data center, pengembang kawasan, investor, penyedia teknologi dan utilitas, pembuat kebijakan, serta pelaku ekosistem digital dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Bagi Batam, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kota industri itu sebagai salah satu lokasi pengembangan ekonomi digital dan data center di kawasan.***

Exit mobile version