SKK Migas: Proyek North Hub bawa iklim investasi hulu lebih baik

Batamclick.com,
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan pembangunan proyek strategis nasional North Hub Selat Makassar akan membuat iklim investasi industri hulu migas Indonesia menjadi lebih baik.

“Ini menjadi suasana iklim investasi yang baik bahwa industri hulu migas Indonesia itu sangat diminati, sangat berkembang dan membuktikan kepada internasional bahwa Indonesia masih, bahkan sedang giat-giatnya untuk melakukan investasi terutama di hulu migas,” kata Djoko kepada awak media saat meninjau pemotongan baja perdana fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis.

Ia mengatakan nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai 7-8 miliar dolar AS dengan cadangan gas sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF).

Sementara itu, proyek strategis nasional ini akan mendatangkan pendapatan kepada pemerintah hampir 13 miliar dolar AS.

Dari segi ketahanan energi nasional, Djoko mengatakan proyek strategis nasional ini akan dialokasikan untuk meningkatkan pasokan gas bagi industri dan pengurangan impor energi sekitar 72 persen.

Dari jumlah tersebut, sekitar 52 persen akan disalurkan melalui jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan industri di Kalimantan, seperti pembangkit listrik, pabrik pupuk, petrokimia, amonia, dan metanol.

Sementara, sekitar 12 persen akan digunakan sebagai pasokan LNG bagi PT PLN dan PT PGN.

Selain itu, sekitar 8 persen dari alokasi domestik akan disimpan sebagai cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan industri baru di masa mendatang. Adapun 28 persen sisanya akan diekspor.

“Produksi gas dan kondensat dari proyek ini akan membantu mengurangi impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM). Gas yang dihasilkan juga akan dimanfaatkan sebagai compressed natural gas (CNG) untuk mendukung pengurangan LPG impor,” jelasnya.

Fasilitas FPSO yang sedang dibangun akan melayani dua lapangan gas, yaitu North Hub dan Gehem.

Setelah itu, pemerintah juga berencana mengembangkan proyek serupa di Lapangan Geliga di lepas pantai Kalimantan Timur dengan memanfaatkan desain yang sama, sehingga investasi menjadi lebih efisien.

Di samping itu, Djoko juga menyebut proyek ini akan menumbuhkan industri lain di sekitar lokasi proyek dan membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Karimun.

Ia mengatakan dengan ketahanan energi dalam negeri yang semakin baik, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan rakyat bisa lebih sejahtera.

Sumber, Antara

Exit mobile version