Batamclick.com, Seminar, Lokakarya, dan Diskusi Publik Digelar di Batam dan Tanjungpinang
Batam – Panitia Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 Batam-Tanjungpinang resmi membuka pendaftaran peserta untuk rangkaian seminar internasional, lokakarya, dan diskusi publik. Pendaftaran terbuka untuk umum sesuai isu yang diminati.
Fesmed Selat Malaka akan menghadirkan 1 seminar internasional dan puluhan kelas lokakarya serta diskusi publik. Beragam isu akan dibahas, mulai dari kebebasan pers, Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan hidup, perubahan iklim, transisi energi, hingga persoalan masyarakat adat.
Dipusatkan di Polibatam, Ditutup di Pulau Penyengat
Seluruh rangkaian seminar, diskusi, dan lokakarya akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam pada 19-20 September 2026.
Pada hari terakhir, 21 September 2026, festival akan ditutup dengan kegiatan napak tilas ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Kegiatan ini akan diikuti oleh 40 AJI Kota se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke, beserta jaringan AJI lainnya.
“Ruang Bersama, Bukan Hanya untuk Jurnalis”
Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar, mengajak masyarakat luas untuk ikut meramaikan agenda nasional tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tersebut.
“Fesmed Selat Malaka bukan hanya acaranya AJI dan teman-teman media. Ini adalah ruang bersama untuk kita semua. Ada banyak isu strategis yang perlu kita bahas dan menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya di Batam dan Tanjungpinang untuk datang, belajar, berdiskusi, dan menyampaikan gagasannya,” ujarnya, Rabu (09/09/2026).
Ia menambahkan, kehadiran Fesmed di Batam dan Tanjungpinang diharapkan dapat memperluas ruang pertemuan antara media dan masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di kawasan Selat Malaka.
“Kami ingin Fesmed menjadi ruang diskusi yang terbuka, aman, dan nyaman. Semua boleh datang, tidak hanya untuk jurnalis,” kata Adam.
Berbagai kelas lokakarya dan diskusi dihadirkan untuk menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mempertemukan berbagai perspektif dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Cara Daftar
Masyarakat bisa mendaftar melalui laman resmi Fesmed Selat Malaka di fesmedselatmalaka.org atau memantau informasi terbaru di akun Instagram @fesmedselatmalaka.
Napak Tilas Sejarah di Pulau Penyengat
Setelah dua hari penuh diskusi di Batam, puncak Fesmed Selat Malaka akan digelar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.
Para peserta dari AJI Kota se-Indonesia bersama jaringan AJI akan diajak mengikuti napak tilas ke sejumlah situs bersejarah di pulau yang menjadi salah satu pusat peradaban Melayu tersebut.
Tidak hanya berkunjung, peserta juga akan didorong untuk menuliskan cerita perjalanan mereka. Diharapkan, kegiatan ini dapat melahirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada publik yang lebih luas.
Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan pemilihan Pulau Penyengat bukan semata karena statusnya sebagai destinasi wisata sejarah.
“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu, sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia,” ujar Sutana.
Ia menambahkan, Penyengat juga pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayahnya membentang hingga Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura.
